Friday, 11 July 2014

Cegah dan Hentikan Stigma serta Diskriminasi Terhadap Pasien TB

Dengan segala keterbatasan pengetahuan yang kita miliki mengenai Turbekolosis seringkali tanpa kita sadari kita memberi stigma negatif pada penderita TB dan penyakit menular lainnya  sehingga mendeskriminasikan mereka dari hak yang mereka punya.
Sangat tidak adil rasanya melihat pasien TB atau mantan pasien TB dikucilkan dari keluarga, teman dan masyarakat di sekitar mereka lantaran persepsi  masyarakat yang keliru bahwa penyakit TB tidak bisa sembuh.
Keberhasilan dalam mencegah stigma negatif dan diskriminasi terhadap pasien TB dan penyakit menular lainnya  merupakan rangkaian kegiatan yang memerlukan dukungan dari semua pihak, keuletan dan aksi nyata.
Prinsip-prinsip mencegah  stigma dan diskriminasi terhadap Pasien TB dengan:
  1. Selalu menjunjung tinggi  dan menghormati hak azasi manusia pada pasien TB dan penyakit menular lainnya.
  2. Ikut berpartisipasi dalam menghadapi dan mengurangi masalah TB yang ada.
Hak-hak Pasien TB dan Penyakit Menular lainnya:
  • Hak untuk mendapatkan informasi mengenai penyakitnya
  • Hak untuk menikah
  • Hak untuk menjadi orang tua
  • Hak untuk tidak didiskriminasikan
  • Hak untuk mendapatkan pekerjaan
  • Hak untuk berpegian
  • Hak ke akses pendidikan berkualitas bagi anak yang terinfeksi TB dan penyakit menular lainnya
  • Hak untuk mendapat pelayanan yang sama pada akses pelayanan sosial
Kewajiban Pasien TB dan penyakit menular lainnya
  • Memberiahukan status penyakitnya pada pasangan
  • Membangun hidup yang positif
  • Membesarkan anak-anaknya
  • Berjuang untuk kesembuhan penyakitnya
Kesembuhan pasien penyakit TB juga  tak luput dari tindakan yang dilakukan oleh dokter seperti:
  • Tanya: dokter selalu menanyakan  keluhan apa saja yang dirasakan oleh pasien terhadap penyakitrnya.
  • Rujuk: Jika pasien  memang terindikasi penyakit menular
  • Perawatan: yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya dengan efisien dan efektif
  • Tes dengan melakukan tes dokter dapat mendiagnosa dan melakukan pengobatan yang tepat pada pasien.
Dengan mengenali beberapa tipe pasien TB seperti di bawah ini diharapkan bisa menambah pengetahuan mengenai TB
Kasus Baru
Penderita TB yang belum pernah dirawat atau menelan OAT kurang dari sebulan.
Kambuh
Penderita TB yang sebelumnya pernah mendapatkan pengobatan dan telah dinyatakan sembuh kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif
Rujukan atau transfer
Penderita dalam pengobatan OAT pindahan dari suatu daerah
Kelalaian
Penderita yang sudah pernah berobat kurang dari satu bulan dan berhenti setelah dua bulan atau lebih kemudian melanjutkan kembali pengobatannya.
Lain-lain
Gagal. Penderita BTA positif yang masih tetap positif atau kembali positif pada akhir bulan ke 5 atau lebih.
Penderita dengan BTA negatif

Kita sebagai anggota masyarakat bisa turut berperan aktif untuk mencegah dan menghentikan stigma serta diskriminasi terhadap pasien TB dengan cara:
  • Memperhatikan semua penderita TB yang ada terutama anggota keluarga dan disekitar kita.
  • Mencoba untuk memperbaiki kondisi lingkungan  dengan menerapkan pola hidup sehat, konsumsi gizi yang baik
  • Mengatur posisi tempat tidur semua anggota keluarga terutama mereka yang sakit
Dan bagi pasien TB sendiri jika sudah terinfeksi, disiplin dalam mengkonsumsi obat,  menggunakan peralatan makan dan minum sendiri jangan lupa menggunakan masker untuk menghindari penularan penyakit ke orang lain serta selalu menjaga kesehatan.
Stigma dan diskriminasi bisa dicegah dan dihentikan jika kita mau belajar empati, menempatkan diri kita di posisi mereka sebagai pasien TB serta mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai TB. Untuk informasi lebih lanjut mengenai  TB bisa didapat di beberapa website berikut:
:http://www.who.int/topics/tuberculosis/en/
http://www.thetruthabouttb.org/
http://www.tbindonesia.or.id
http://www.stoptbindonesia.org
http://www.depkes.go.id
http://www.pppl.kemkes.go.id






No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal