Tuesday, 26 August 2014

"Lagee Ureung Lam Apui"

Kemarin sore, aku kedatangan saudaraku yang bernama Ani( bukan nama sebenarnya) dari kampung. Dulu dia pernah tinggal di sini untuk beberapa tahun. So pasti tetanggaku semua mengenal saudaraku ini. Setelah ngalor ngidul, ngobrol sana-sini akhirnya saudaraku pamit untuk pulang.
Ketika tiba di pintu pagar, seorang tetangga lewat dan menyapa saudaraku untuk singgah berkunjung ke rumahnya juga. Namun dengan halus saudaraku meminta maaf dan tetap mohon diri  karena masih ada urusan yang harus dia selesaikan.
Mendapat respon seperti itu tetanggaku menjawab:  Ani "lagee ureung lam apui".
Saudaraku hanya tersenyum saja dan  tetap memohon diri.
"Lagee ureung lam apui" adalah salah satu pepatah Aceh yang arti secara harfiahnya adalah seperti orang di dalam api. Yang maknanya sangat tergesa-gesa atau terburu-buru. Kita tahu jika berada di dalam api akan merasa kepanasan  sehingga tidak ada yang tahan berlama-lama di dalamnya sehingga ingin cepat-cepat keluar.
Pepatah ini juga sangat sesuai untuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaa seperti para DLers sehingga ketika  DLnya sudah mempet baru mulai bergerak mengerjakan tugasnya dengan terburu-buru (ngomong buat diri sendiri).
Masih banyak lagi contoh sehari-hari yang bisa kita terapkan dengan peribahasa ini. Inti dari peribahasa ini mengajarkan  untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan segala sesuatu.
Andai saudaraku Ani tak tergesa-gesa untuk pulang, tetangga sebelah rumahku pasti sangat senang  jika dia bisa mengobrol barang sejenak dengan Ani. Bukankan membuat hati orang lain senang itu berpahala.Pasti Ani mempunyai prioritas pekerjaan lain yang lebih penting sehingga melewatkan pahala menyenangkan hati orang.
Begitu juga dengan orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, para DL-ers atau anak-anak sekolah yang suka menunda-nunda membuat pekerjaan rumah. Andai saja mereka mengerjakan di awal waktu pasti pekerjaan yang dihasilkan lebih rapi,kualitas jawabannya  lebih bagus, hati pun senang dan tenang karena masih banyak waktu untuk memeriksa kembali pekerjaan yang telah diselesaikan.
Bukankan kita diajarkan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, bahkan ada ayat Al-Quran yang secara khusus mengingatkan kita mengenai hal ini yaitu  surat Al-Ashr ayat 1-3 yang artinya ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).
Setiap manusia diberikan waktu yang sama 24 jam sehari keberhasilan  seseorang mengelola waktulah yang membuat sesorang bisa lebih sukses dibanding orang lain yang kurang pandai mengelola waktu yang dia miliki
Waktu bersifat netral tidak ada waktu mujur atau waktu sial. Waktu merupakan modal utama manusia untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat.  Semua tergantung bagaimana kita mengisinya dengan kegiata-kegiatan positif dan bermanfaat.
Saat keberuntungan kita dapatkan, ucapkanlah Alhamdulillahi robbil aalamin, juga ketika mendapat musibah, berupa kegagalan, tidak perlu mengutuk waktu.
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah mencerca waktu, karena Allah adalah adalah pemilik waktu (HR.Ahmad)
 Yang mesti kita lakukan sekarang mengintrospeksi diri sejauh mana kita telah memanfaatkan waktu yang ada dan memperbaiki diri dari kesalahan menyia-nyiakan waktu. Karena sesungguhnya waktu ibarat pedang, jika kau tak menebasnya dia yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan." (Imam Asy-Syafi'iy rahimahullaahu ta'ala).
Hargai waktu yang kita punya karena waktu yang sudah hilang tidak akan pernah kembali. Menunda-nunda pekerjaan bahkan membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu.
Semua yang kita kerjakan hari menentukan siapa kita nanti. Jadi masih mau menyia-nyiakan waktu?

22 comments:

  1. kirain bahasa sunda mak,eh bahasa aceh ya hehehe.....makasih sharingnya mak :)
    sukses untuk lombanya

    ReplyDelete
  2. Itu bahasa daerah mana mak? Baru denger. Saya tu termasuk org yg suka nunda2 kerjaan juga hehe ^^ sukses GAnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa daerah Aceh. makasih mak arifah

      Delete
  3. Wah kesindir nih kak.. aku juga hobinya nunda kerjaan :(

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. iya mas adi dan msh bnyk pepatah lain yg bhs soal waktu

      Delete
  5. klo mepet dl, hasilnya ga maksimal yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya seh gitu mbak Nathalia he...3x,

      Delete
  6. Wah saya banget ini. Jadi sering panikkan -_- Tapi Alhamdulillah makin kesini sudah berkurang hehe

    ReplyDelete
  7. Waktu itu ibarat pedang. Nggak bisa memanfaatkan waktu, kita yang akan tertebas. makasih sharingnya mbak. Jadi inget kerjaan numpuk nggak kelar2 karena nggak bisa ngatur waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih juga dah singgah diblogku mbak ika

      Delete
  8. abis itu diliat, ada yg gosong apa gak? hehehe

    ReplyDelete
  9. walah, iya nih saya juga suka begitu mba, blm pandai mengatur waktu :(

    ReplyDelete
  10. DLers... mepet2 itu kadang bikin ide muncul je mak. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seh tapi lebih bagus lagi sebelum dl jadi santai buatnya

      Delete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal