Wednesday, 8 June 2016

Nikmatnya Melahirkan Anak Ketiga

akhirnya setelah menunggu 38 minggu, dan mengalami kontraksi palsu sejak tanggal 28 Mei, hingga akhirnya tanggal 31 Mei merasakan kontraksi kembali tanpa disertai lendir darah atau rembesan ketuban, membuat suami yang sedang siap-siap ke kantor, santai saja.( paling kontraksi palsu lagi).



Ternyata setelah diperiksa ke bidan sudah bukaan 2, wow. Padahal tanggal 1nya rencana mau ambil rapot kakak Vinka, tanggal 2 mau arisan, inginnya seh lahiran tanggal 6 aja, biar tanggal cantik 6-6-2016, tapi debaynya nggak sabar rupanya ingin segera lahir.
Kalau biasanya pas hamil anak satu dan dua pasti lahirnya malam. Yang ini lahirnya pagi. Kalau hamil satu dan dua proses melahirkannya tergolong lama.
Kak Vinka bukaan satu jam setengah sebelas malam tanggal 16 ditandai dengan keluar lendir berdarah dari jalan lahir. Tanggal 17 jam 12 siang ketahan dibukaan delapan hingga akhirnya magrib atau isya diinduksi dan akhirnya Vinka lahir jam dua pagi tanggal 18.
Kalau pas lahiran Shidiq mulai berasa sakit menjelang magrib, bawaan ingin ke wc perasaan ingin bab, terus mulai deh sakit-sakit pinggang yang hebat tiap berapa menit.
Pas mau lahiran dari jam lima pagi udah nggak enak perut, mau tidur kok perasaan sakit akhirnya jam setengah tujuh telepon bidan, sakit tapi nggak disertai lendir atau rembesan ketuban dan setelah ke tempat bidan sudah bukaan dua mungkin nanti jam sepuluh atau sebelas bukaan lengkap kalau mau pulang dulu beres-beres rumah.
Akhirnya pulang dulu, beresin Vinka pergi sekolah, pas kontraksi sempat bikinin susu untuk Shidiq walau bahan sakit. (Suami antar Vinka ke sekolah).
Balik lagi ke bidan jam sembilan kurang, dah lemes sebenernya nggak sanggup lagi, rasanya i'm too old untuk semua ketegangan ini 😂.
Dan akhirnya tiduran menghadap samping kiri agar  lebib cepat kontraksi. Tiga kali muntah pas lagi kontraksi, sakit luar biasa di pinggang dan panggul rasanya mau meledak, sementara perut bergerak ngikutin gerakan bayi yang mau keluar, keringat dingin keluar tiada henti padahal ada kipas angin dan ac yang hidup.
Saking sakitnya nggak kerasa paha rapat, dan kepala bayi yang udah keluar ketahan di tulang kemaluan sampai si bidan arahin posisinya jangan seperti itu dan coba bilang uhuk. Baru deh keluar semua badan bayinya.

13 comments:

  1. Subhanallah lucunya selamat datang dede bayi semoga kamu kelak menjadi anak yang sholeh, berguna untuk masyarakat disekitarmu dan juga untuk bangsa dan yang paling utama menjadi anak yang rajin ibadah dan bertaqwa kepada allah, amin.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Duuuh jadi pengin punya baby lagi hihihii nggak mungkiiin

    ReplyDelete
  4. iiiihhh.. lucu banget baby-nya mbak ^^

    ReplyDelete
  5. Senengnyaaa... kalau lihat yg lucu begini, meski sudah kebayang sakitnya melahirkan, pengin nambah lagi tapi akunya udah usia kritis utk melahirkan. Naluri ibu.

    ReplyDelete
  6. wah selamat ya ... aku rencanya pengen program anak co tapi masih ragu dengan kondisi mental dan fisik :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal