Tuesday, 9 August 2016

Inovasi Infrastruktur Untuk Aceh Lebih Baik



Selama berpuluh-puluh tahun setelah merdeka, pembangunan di Indonesia terasa begitu terhambat oleh minimnya infrastruktur. Pembangkit listrik yang tidak memadai, fasilitas jalan dan air bersih  yang masih butuh pembenahan, serta sarana transportasi masal yang juga masih relatif sedikit.

Tanpa infrastruktur yang memadai pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berada di kisaran 5-6% per tahun. Hal ini membuat daya saing kita menjadi rendah karena biaya mobilisasi logistik Indonesia menjadi amat mahal bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Infrastruktur sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan sekaligus memberantas kemiskinan dan pengangguran di negeri ini. Dengan adanya fasilitas infrastruktur yang memadai, diyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7-8% per tahun.

Sebagai contoh di propinsi Aceh yang juga merupakan tempat tinggal saya sekarang ini. Propinsi Aceh dengan luas wilayah 57.367,57 km2 (2,88% luas Indonesia) memiliki 119 pulau, 35 gunung, dengan sumber daya alam yang melimpah tersebar di 6450 gampong. Seharusnya dengan kekayaan alam yang melimpah ini, rakyat Aceh bisa hidup sejahtera, namun faktanya persentase penduduk miskin di Propinsi Aceh pada Maret 2016 mencapai 16,73 persen dan merupakan peringkat kedua propinsi termiskin di Pulau Sumatera setelah Bengkulu.

Berbagai faktor memang memegang andil kenapa hal ini bisa terjadi, salah satunya adalah kurangnya infrastruktur seperti listrik, air bersih, jalan, pelabuhan dan masih banyak lagi.
Pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di Aceh saat ini (sumber: doc pribadi)

Hingga kini listrik masih kerap padam, tidak hanya 1 atau 2 jam, pernah hingga 6 jam sehingga menghambat aktivitas warga dalam berkarya dan berkerja. Belum  lagi naik turun tegangan voltase yang membuat peralatan elektronik cepat rusak.

Bagi usaha kecil/menengah atau yang baru merintis usaha,  hal ini tentu saja sangat merugikan karena biaya produksi terus membengkak sementara produk yang dihasilkan tidak ada. Kalau dibiarkan terus begini investor yang berniat menjalin kerjasama dengan Aceh juga bisa pada  kabur dan kehilangan gairah karena hal yang menjadi kebutuhan dasar saja seperti listrik masih belum dapat dipenuhi oleh Pemerintah.

Belum lagi akses jalan menuju kota - kota di Aceh yang belum memadai membuat harga-harga barang di Aceh terutama yang merupakan barang/produk kiriman dari kota-kota tetangga menjadi lebih mahal dibandingkan harga barang di Pulau Jawa, sementara daya beli masyarakat tidak ikut meningkat. 

Memang infrastruktur yang ada di Aceh sekarang ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum tsunami, tapi masih belum mencukupi untuk membuat perekonomian Aceh meningkat secara signifikan. Diperlukan inovasi infrastruktur serta membuat prioritas kebutuhan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur menuju masyarakat sejahtera .

 Kondisi Pelabuhan di Ulee Lheue menuju Pulau Aceh (sumber: doc pribadi)

Beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan ini hingga tidak berlarut-larut iyalah mengambil langkah nyata dengan mulai merencanakan kebutuhan infrastruktur di Aceh berdasarkan prioritas utama seperti listrik.
Aceh memiliki  beraneka ragam potensi sumber energi untuk pembangkit listrik yang terdiri dari  air, matahari, panas bumi dan batu bara.

Saya lebih menyarankan untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya atau tenaga matahari, karena iklim di Aceh sangat mendukung untuk itu. Menggunakan  pembangkit listrik tenaga surya mempunyai banyak keunggulan diantaranya terletak pada sumber energinya yang tidak akan pernah habis karena merupakan sumber energi yang terbarukan. Selain itu pembangkit listrik ini ramah lingkungan dan hanya memerlukan sedikit biaya untuk perawatan.

Pemerintah dapat memanfaatkan lahan yang berada dekat dengan bibir pantai untuk menjadi lokasi penempatan panel-panel surya ini. Hal ini bertujuan disamping cahaya matahari tidak terhalang oleh perumahan penduduk, juga untuk memobilisasi penduduk agar tidak membangun pemukiman di daerah pesisir lagi.

Sebagai kawasan yang sangat beresiko gempa dan tsunami, pemerintah perlu mendorong agar masyarakat membangun perumahan di daerah-daerah lebih ke pegunungan (menjauh dari laut).

Pembangkit listrik tenaga surya sumber:benergi.com




Solusi transportasi murah antar kota adalah dengan membangun jalur-jalur kereta api antar kota. Transportasi jenis ini sangat populer di negara-negara maju seperti Jepang dan Korea. Transportasi massal dengan harga murah ini dapat mempercepat jalur distribusi dan mampu menekan biaya pengiriman antar kota.

Sedangkan strategi di dalam kota sendiri dapat menggunakan bus kota dengan jadwal yang sudah tetap (fixed), trem, atau subway. Pembangunannya dapat dilaksanakan dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar dengan metode profit sharing. Untuk menunjang kebijakan tersebut dapat dibarengi dengan dilarangnya on street parking dan membangun pusat-pusat parkir dengan harga yang lebih tinggi sehingga akan mem-push masyarakat menengah kebawah untuk mengurangi menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik. Hal ini dapat menghemat konsumsi BBM, menciptakan kota dengan emisi yang rendah serta mengurangi biaya perawatan jalan/ jembatan.


Untuk bidang air bersih dapat dilaksanakan dengan sistem cluster/ zona sehingga memudahkan dalam distrubusi dan pengelolaan air minum. Peningkatan kualitas air dapat dilakukan dengan membangun pusat pengolahan limbah secara komunal. Dimana dengan metode ini dapat mengurangi tercemarnya air tanah oleh septik tank skala rumah tangga yang mayoritas kualitasnya masih kurang baik.


Untuk menghindari kerusakan jalan perlu diperhatikan benar mutu lapisan perkerasan jalan untuk lalu-lintas berat, peraturan yang tegas bagi kendaraan yang memiliki muatan berlebihan serta normalisasi fungsi drainase.
 
Untuk percepatan  pembangunan infrastruktur di desa-desa, bisa dibuat masterplan desa dan buku tata ruang desa. Masterplan desa dibuat oleh tenaga ahli, dibantu oleh tim kecil yang merupakan  warga desa yang bertugas memberi informasi tentang desa, menyampaikan keinginan, kebutuhan  serta usulan. Selanjutnya tim kecil  bersama tenaga ahli melakukan survey di lapangan. 



Membahas masterplan dan buku tata ruang desa disalah satu desa di Kab. Aceh Besar (sumber: doc pribadi)


Hasil survey ini kemudian dibuatkan masterplan dan buku tata ruangnya oleh tenaga ahli yang kemudian dilanjutkan dengan membahas hal tersebut bersama seluruh lapisan masyarakat desa.   

Setelah semua  benar dan sesuai masterplan dan buku tata ruang desa ini bisa dijadikan acuan bagi para stakeholder yang ingin ikut serta membangun di desa tersebut, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga, tidak perlu melakukan survey lagi karena semua sudah ada dalam masterplan desa dan buku tata ruang desa.

Jika program-program diatas dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan komprehensif dengan komitmen yang tinggi dari setiap pengambil kebijakan, maka dapat dipastikan kemajuan Aceh akan sangat signifikan.

Berbagai hasil pertanian, perkebunan, perikanan, perternakan rakyat Aceh akan mudah untuk dipasarkan ke kota-kota tetangga. Wisatawan lokal dan mancanegara akan ramai datang ke Aceh karena akses yang mudah, nyaman  serta memiliki beraneka ragam produk wisata mulai dari wisata religi, wisata tsunami, wisata edukasi, wisata laut, wisata gunung  dan wisata kuliner Aceh yang  sangat mengoda dan sulit dilupakan.

13 comments:

  1. Wah tulisanya bagus sekali mba, pintar dan disampaikan dengan baik, saya baca terus nggak kerasa udah abis ternyata. Jarang ada blogger yang concern sampai seperti ini pada daerahnya dan memberi solusi yang nyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :), karena nggak ada perubahan soal listrik mbak, inginnya seh nggak ada lg mt lampu, mt pdam, dan aceh lebih sejahtera

      Delete
  2. Wah akan dibangun jadi kota tertatakah ini mb? Klo iya keren, bisa jadi lirikan dunia untuk goes to aceh...
    Paling vital emang air sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Impian saya seh seperti itu mbak nita aceh jadi kota tertata listrik dan air nggak mati2 lagi

      Delete
  3. pembangunan infrastruktur memang penting banget untuk sebuah daerah yah Mba :)

    ReplyDelete
  4. Wah hebat ya di Aceh udah mulai bangun panel listrik tenaga surya dll ... semoga bisa berjalan dengan lancar dan bisa menjadi lebih baik,Amiin.. Thanks ya mba Harie Khairiah .. Nice Share

    ReplyDelete
  5. Saya selalu suka artikel seperti ini. Memiliki pembahasan yang in-depth untuk masalah di sekitar yang butuh solusi nyata.
    Semoga nantinya orang2 pintar di negeri ini bisa mengaplikasikan ilmunya untuk membangun infrastruktur di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. Wah salut dengan aceh yang semakin maju dengan mulai dibangunnya panel tenaga surya,semoga aceh terus maju dan tetap aceh dengan menjaga kebudayan muslimnya

    ReplyDelete
  8. semoga aceh terus maju dan tetap aceh

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal