Friday, 30 December 2016

3 Tips Memilih Sepeda Untuk Antar Jemput Anak Versiku.

Jadi sejak aku melahirkan anak ketiga, tugas antar jemput  Vinka sekolah seutuhnya jadi tanggung jawab Papa Vinka dan kadang-kadang kakeknya. Sebenarnya sayang juga lihat Papa Vinka kerepotan, kaya gitu.

Tapi mau gimana lagi aku udah lama banget nggak pernah bawa motor.  Jadi harus belajar lagi biar aman di jalan, apalagi ini sambil bonceng anak. Keselamatan harus diutamakan.

Ternyata belajar motor nggak semudah membalikkan telapak tangan, problemku selalu pada gas yang belum stabil, banyak makan tempat ketika aku belok dan jantung yang berdebar keras tiap latihan.

Kata orang naik matic lebih enak, nggak perlu ngonta-nganti gigi. Tapi pas bawa motor matic justru malah aku celaka,  motornya jatuh, lutut dan kaki sedikit luka dan memar ketimpa motor dan bergesek dengan aspal padahal itu bawanya di jalan lurus, sepertinya lebih baik untuk antar jemput sekolah Vinka aku pakai sepeda saja.

Apalagi jarak rumah dengan sekolah Vinka juga nggak jauh-jauh amat, dan rata-rata ibu-ibu sekitar rumahku juga banyak yang nggak bisa bawa motor dan mereka mulai latihan sepeda untuk antar jemput anaknya.

Sebenarnya Vinka udah minta pulang sendiri nggak usah diantar jemput lagi. Dia bisa  jalan kaki bareng teman-temanya, atau naik sepeda sendiri

Tapi melihat angka kriminalitas yang semakin tinggi sekarang ini dan Vinka baru kelas satu SD rasanya aku nggak tenang ngelepas dia  pulang pergi sendiri.
Vinka  paling suka bersepeda, apalagi  ikut lomba sepeda hias seperti ini
Yaa, walaupun aku nanti jemputnya hanya menggunakan sepeda. Setidaknya Vinka nggak akan kecapean. Walaupun mungkin ada beberapa pasang mata yang mungkin terkesan menyepelekan  kalau jemput anak menggunakan sepeda, kesannya kere.

Toh di negara-negara maju seperti Jepang saja mayoritas penduduknya berjalan kaki, bersepeda atau naik transportasi umum.  Jadi nggak perlu malu atau gengsi antar jemput anak naik sepeda, apalagi kalau jarak rumahnya nggak begitu jauh.  Dengan bersepeda membuat badan sehat, hemat bahan bakar dan yang terpenting bebas polusi.

Sepeda yang ada di rumah hanya ada sepeda Vinka dan sepeda  roda tiga Shidiq. Sepeda Vinka tentu saja terlalu kecil untuk kupakai. Jadi aku harus nyiapin budget khusus untuk beli sepeda ini.

 Ada 3 hal yang menurutku  harus diperhatikan dalam memilih sepeda:

1.Cek Harga di Pasaran Sebelum Memutuskan Membeli
Ini penting biar nggak ketipu sama penjual  yang suka ngasih harga kemahalan. Soalnya pernah  ini aku iseng nanya harga sepeda bekas ukuran kecil untuk anak usia 3 tahun merek wimcycle yang bodynya udah nggak mulus (ada karat), rodanya botak,  sadelnya udah bolong-bolong diberi harga Rp.300.000,00 nggak bisa kurang alasannya karena harga sepeda wimcycle terbaru sekarang dibandrol dengan harga Rp.800 ribuan.

Biar nggak ketipu aku suka lihat  harga sepeda sebagai patokan harga. Setelah cek harga pastikan budgetnya sesuai dengan kantong kita
harga sepeda di elevania

Sesuaikan model dan fungsi sepeda sesuai dengan kebutuhan kita.
Memang model dan warna sepeda sekarang keren-keren banget sampe bingung mau milih yang mana.Tapi balik lagi ke niat awal beli sepeda untuk antar jemput Vinka sekolah. Jadi jenis sepeda yang sesuai adalah tipe sepeda city yaitu sepeda yang paling banyak digunakan diperkotaan atau perumahan dengan accessories seperti keranjang, lampu dan carrier belakang.   Jadi tas sekolah Vinka bisa aku taruk di dalam keranjang dan Vinka kubonceng di belakang.
Kenyamanan
Kenyamanan dalam bersepeda menurutku dibagi atas dua, sadel atau tempat duduk yang empuk serta  tinggi sepeda yang sesuai dengan tinggi badan kita.  Jadi kemarin waktu pulang kampung aku sempat nyobain naik sepeda kakeknya Vinka yang sadelnya nggak empuk dan lumayan  tinggi sepedanya. Hasilnya aku  hanya sanggup naik sepeda sebentar saja karena cepat capek dan nggak nyaman.
Sebenarnya masih banyak lagi hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sepeda.misalnya kategori sepeda apakah sepeda gunung, sepeda balap, sepeda untuk pengunaan sehari-hari,sepeda untuk atraksi atau sepeda untuk remaja dan anak-anak.

Tipe sepeda, menentukan ukuran frame sepeda agar nyaman. Tapi segini dulu deh tips yang bisa aku beri. Ingat jangan gengsi untuk hidup sehat, yuk bersepeda 

25 comments:

  1. Tipsnya oke banget, naik sepeda emang sehat, apalagi sambil anter jemput anak sekolah, ahh senengnya.

    Dulu aku penggemar naik sepeda gunung, tapi pas di kb iud jadi parno, ngilu, pernah sakit. Makanya berhenti ampe sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga hoby balap sepeda dulu, tapi sejak jadi emak2 kok semua serba takut yaa??

      Delete
    2. anakku juga masih aku antar jemput, Mba. Belum aku bolehin naik sepeda jauh2.

      *susah nyarinya nanti, :D

      Delete
  2. Kalau jalan bagus dan rata naik sepeda oke banget. Tapi kalau di kampung saya yg naik turun bukit berbatu, hihi bakalan capek sendiri mengayuh sepeda apalagi berboncengan

    ReplyDelete
    Replies
    1. jalan antara rumah ke sekolah vinka alhamdulillah aspal mulus, hanya ada beberapa polisi tidur

      Delete
  3. aku setiap hari naik sepeda di seputaran komplek aja. belanja sayur, ke minimarket, cari matengan, ke rumah tetangga... ga bisa naik motor dan ga mau naik motor krna takut jatoh. jadi motor nganggur di rumah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak ada yang protes mbak motornya nganggur

      Delete
  4. Keren banget mba, antar jemput anak naik sepeda. Sekalian olahraga juga ya jadinya :)

    ReplyDelete
  5. Halo mba
    Anakku pas aku beliin sepeda, cari yang bisa dipakai lebih dari dua tahun. Dan harus sesuai anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak kalau sepeda anak aku juga nyarinya kaya gitu

      Delete
  6. Wah tips bagus nih saya juga rencana mau beli sepeda buat si kecil tapi masih lama 4tahun lagi hihii ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. anaknya pasti masih bayi sekarang yaa?

      Delete
  7. Saya suka pakai motor matic, Mbak. Karena apa ya... di depannya itu loh, lebih lapang, jadi enak kalau naik motor pakai rok atau gamis :D
    Dari tahun kemarin nih suami pengin beli sepeda, supaya lebih sehat aja bisa sepedaan tapi belum terwujud juga. Makasih tipsnya, Mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyambak, one day aku harus juga bisa motor matic, bawa mobil nggak hanya sepeda

      Delete
  8. Saya pernah jatoh,jadi kapok naik motor. Sejak itu,kadang sepeda yang menemani aktivitas saya... menyehatkan ya...

    ReplyDelete
  9. dulu semapt punya tiga sepeda yang akhrinya nganggur di garasi dan diberikan ke orang lain

    ReplyDelete
  10. Makasi tipsnya mbak, memang belum punya ank sih tapi pas buat referensi kalau mau beli sepeda nanti buat anak.

    ReplyDelete
  11. Waa mba. Saya juga berencana beli sepeda aja nanti buat antar jemput anak sekolah. Praktis murah dan ramah lingkungan. Hihi..

    ReplyDelete
  12. ayoook mulai genjoot sepeda..hihiiii

    ReplyDelete
  13. Pas nih lagi pengen banget beli sepeda. Tapi nabung nggak kekumpul-kumpul. Adaaa aja yang dipengenin. Huhuhu.

    ReplyDelete
  14. aku ada niat buat belikan sepeda untuk anakku , tapi sampai sekarang blm kesampaian ni

    ReplyDelete
  15. Bereh that tips nyan. Hehehe... Salam kenal.

    ReplyDelete
  16. iya bener, terkadang ada beberapa pasang mata yang menyepelekan kalau kita pakai sepeda >"<,
    Kalau masih kelas satu SD memang sebaiknya diantar jemput dulu ya mbak :).

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal