Friday, 11 November 2016

Dokter Pengamen, Mengedukasi Kanker Dengan Cara Menyenangkan

Bicara soal kanker membuat saya teringat satu sosok kebapakan yang saya kenal melalui Kounitas Bisa enulis (KBM). Bapak Ananto  Sidohutomo. Semula tak ada yang mengenal siapa dia, namun tulisannya yang selalu berbobot  disetiap postingannya di grup ebuat siapa saja tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.

Bapak Ananto sangat ramah dan cepat akrab dengan siapa saja. Terbukti bapak yang ternyata berprofesi sebagai seorang dokter ini, sudah copy darat dengan beberapa anggota grup KBM lainnya bahkan mengamen bersama.setiap hari minggu.  di depan Hotel Majapahit di Jalan Raya Tunjungan, Surabaya.

Dokter kok ngamen? Itu juga yang ada di dalam benak saya ketika pertama kali melihat fotonya, ternyata eh ternyata beliau mengamen bukan untuk uang namun ingin membangkitkan semangat khususnya bagi anak-anak muda agar menghargai perjuangan para pendahulu.

Bapak dr. Ananto Sidohutomo
Karena dahulunya di tempat itu pada tanggal 19 September !945 dulu mencatat sejarah. Semangat pemuda yang berani dengan senjata apa adanya melawan agresi penjajah dan menang.

Tak sampai  di situ saja Bapak Ananto Sidohutomo membuat saya kagum. Prestasi beliau sebagai seorang dokter juga tidak main-main. Beliau mengembangkan proyek  yang diberi nama Bidadari dimana proyek tersebut memiliki pesan moral untuk tidak mengizinkan seorang perempuan pun mati akibat kanker serviks dan kanker payudara.


Beliau  mengampayekan Kartu Skor Ananto Sidohutomo untuk deteksi dini risiko kanker payudara dan kanker serviks. Jadi para perempuan bisa mengisi kuesioner lalu menjumlahkan skornya. Jika sudah diketahui skornya, bisa dilihat tingkat risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks. 
Kartu Skor  Kanker Serviks Ananto Sidohutomo

Kartu Skor Kanker Serviks
Ada juga Vagina Toilet Sendiri yang disingkat Valeri Ananto. Ini merupakan standard operating procedure (SOP) untuk melakukan pembersihan organ intim perempuan.

Kemudian ada Standing Pee Ananto yaitu teknik kencing berdiri bagi perempuan. Karena munculnya kanker serviks berkaitan dengan kebersihan organ intim, jadi misalnya dalam kondisi darurat harus buang air kecil di tempat umum yang tak jelas kebersihan toiletnya, menurut beliau tak ada salahnya melakukan standing pee.

Begitu pula, Sarami Ananto yaitu Pemeriksaan Payudara Bersama Suami ala Ananto Sidohutomo.Payudara memang milik istri, tapi ternyata yang lebih concern terhadap payudara istri adalah suaminya. Karena masih banyak istri-istri yang tidak terlalu memerhatikan payudaranya sendiri.

Sehingga beliau mengambil kesimpulan ternyata ada celah untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Salah satunya, mempersenjatai pasangan untuk bisa memeriksa payudara istrinya.

Terdapat enam posisi Sarami Ananto yang bisa dipraktikkan pasangan suami-istri. Beberapa di antaranya pemeriksaan melalui lengan, pembusungan dada, ketiak, puting susu, dan melihat bentuk dan ukuran payudara. 

Lakukan Sarami pada hari ke tujuh setelah hari pertama menstruasi agar tekstur payudara lebih lunak. Bagi perempuan yang tidak sedang menstruasi pemeriksaan ini dilakukan pada tanggal yang sama di tiap bulannya. Yang perlu dipahami, Sarari atau Sarami tidak mampu mencegah terjadinya kanker payudara. Tapi bila keberadaan kanker diketahui sejak dini maka upaya penyembuhan dapat dimaksimalkan.

Saya membayangkan dengan semua hasil penemuannya jika dipatenkan pasti pak Ananto bakal memiliki royalty yang besar sekali, tapi beliau malah lebih fokus untuk terus berkarya dan tidak eusingkan jika suatu saat nanti ada yang mematenkan temmuannya.
#breastcancerawareness #finishthefight #gopink
Referensi
https://www.facebook.com/ananto.sidohutomo
http://tabloidnova.com/News/Peristiwa/Dr-Ananto-Sidohutomo-Si-Pencipta-Bidadari-Untuk-Deteksi-Kanker-Sendiri-1

20 comments:

  1. Masya Allah, salut sekali dengan beliau ya Mba. Sangat concern dengan kesehatan perempuan. Sudah begitu, pribadi beliau juga tak kalah mengagumkan. Ramah dan tetap rendah hati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beliau juga pengangas museum kanker pertama dan satu2nya di dunia

      Delete
  2. Senang ya kalau ada dokter yang berdedikasi seperti ini.

    ReplyDelete
  3. Dokternya hebat. Checklist itu memudahkan banget buat kita menilai risiko diri sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak moga2 makin banyak perempuan yang terselamatkan

      Delete
  4. Artikel yang bagus, mba.saya juga paling ngeri dg wc umum,termasuk airnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kebersihannya sering kurang terjaga

      Delete
  5. Subhanallah, semoga amalnya dokter dibalas dengan keberkahan dari Allah ya mak. Saya jd penasaran sm yg dibuat pak dokter. Makasih mak sudah sharing.

    ReplyDelete
  6. Wah aku tertarik bgt buat ngisi kartu skor nya. Makasih ya mba uda di share. Ijin nyimpen gambar kartu skor nya

    ReplyDelete
  7. Waaah, kreatif banget ya pak dokter, banyak penemuannya yg aplikatif banget

    ReplyDelete
  8. Dokter berdedikasi seperti ini harusnya lebih banyak, semoga dokter2 yang lain dpt mengikuti jejak beliau :)

    ReplyDelete
  9. Senang sekali membaca artikel seperti ini mbak. Salut deh sama pak dokternya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ain2 juga ke fans page pakdokter mbak biar tamabah kagum :D

      Delete
  10. menarik dan kreatif banget nih,
    bagaimana dengan blogger ya?
    thank

    ReplyDelete
  11. Subhanallah orang yang sangat sibuk dalam kebaikan. Semoga selalu diberi kesehatan & kemudian menjalankan misi beliau.

    ReplyDelete
  12. Seneng sekali saya ngebaca postingan yang inspiratif seperti ini....semoga om dokter mendapat pahala berlimpah...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal