Saturday, 28 February 2015

Kenangan Bersama Nova Dulu, Kini dan Nanti

Wah, nggak kerasa Nova   sudah berusia 27 tahun. Jadi ingin  nostagia dengan Nova, tabloid langganan mamaku dulu waktu masih tinggal di Bandung. Pertama kali aku kenal Nova aku masih menggunakan seragam putih merah.  Kedatangan Nova  selalu dinanti dan menjadi rebutan di rumah kami. Maklum di rumah aku enam bersaudara dan lima saudaraku perempuan semua.
Aku dan adik perempuanku yang belum bisa baca paling suka halaman paling belakang yang berisi karikatur dan TTS dan juga fotp-foto makanan dibagian resep masakan. Foto-foto makanannya selalu sukses membuat kami lapar.
Menginjak SMP,  hampir semua rubrik yang ada di tabloid Nova pasti kubaca, karena penyajiannya yang menarik dan juga dilengkapi foto atau gambar sebagai ilustrasi, maklum masih SMP, baru semangat baca sesuatu kalau dilengkapi foto atau ilustrasinya.
Karena Nova kami jadi punya kegiatan seru bersama. Seperti membuat kliping resep masakan dari tabloid-tabloid Nova yang sudah lama. Cuma suka sedih juga membuat kliping resep masakan Nova jika halaman belakangnya terdapat artikel yang bagus.
Setelah menikah dan berdomisili di Banda Aceh, kenangan bersama Nova terkenang kembali ketika di timeline FBku terdapat foto Rubama, tetangga satu kampung dengan suami sebagai perempuan inspiratif Nova 2013 di bidang lingkungan.
Rubama  sebagai perempuan inspiratif Nova 2013  sumber foto

Wah, bangganya bukan main, karena aku tahu bagaimana Rubama menularkan semangatnya agar orang-orang tertarik untuk mengolah sampah menjadi bermanfaat, juga kegiatan positif lainnya di Nusa. Rubama dan keluarganya juga memanfaatkan lahan tak terpakai seperti lahan di atas  selokan untuk untuk dijadikan penghijaun dengan menaruk  berbagai tanaman di atasnya. Sehingga lingkungan sekitar rumah Rubama terlihat lebih asri dan segar dipandang mata.
Wah, kalo kenal dengan salah satu perempuan inspiratif Nova bisa bikin begitu bahagia. Apalagi jika aku sendiri bisa menjadi perempuan yang menginspirasi orang lain lain untuk maju, peduli, pintar (ngayal). Semoga suatu hari nanti aku juga bisa jadi bahagian dari Nova sebagai perempuan inspiratif.
Pesanku untuk Nova:
  1. Terus menginspirasi semua orang tidak hanya wanita saja, dengan tulisan-tulisan yang bermutu.
  2. Kalau bisa lembar resepnya dibelakang banyakin iklannya aja, jadi nggak merasa bersalah pas bikin  kliping resep masakan nova karena tak ada artikel keren lainnya yang tergunting.
  3. Banyakin rubrik yang bisa mengikutsertakan pembaca untuk berpartisipasi untuk berkarya, dan menulis bersama Nova.
  4. Bikin acaranya, jangan hanya di kota besar saja. Aku mau juga donk Nova adain acara seru di Banda Aceh.
  5. Distribusi majalah Nova sampai ke loper koran kecil juga donk. Soalnya aku kesulitan mendapatkan Nova, kecuali pergi ke pasar dimana banyak lapak koran yang besar.
  6. Banyakin, kuis, sayembara nulis.
  7. Adakan pelatihan-pelatihan untuk mencetak wanita inspiratif lainnya.
  8. Sukses selalu buat Nova, semoga makin berjaya di tahun-tahun ayang akan datang

Tulisan ini diikut sertakan dalam


http://www.anazkia.com/2015/02/nostalgia-nova-27-tahun.html

Thursday, 26 February 2015

Jangan Kecolongan Lagi, Ayo Cintai Buah Lokal Sejak Dini


Manis rasanya, lebih besar ukurannya dan lebih segar  warna buahnya. Itu salah-satu kriteria orang-orang dalam memilih buah. Ada banyak sekali manfaat dari rajin mengonsumsi buah-buahan baik itu untuk kesehatan maupun kecantikan.

Friday, 20 February 2015

Isi Pouch Kosmetik Sederhanaku

Ngomongin pouch kosmetik, jadi malu jujur aja aku neh nggak pandai make up. Terus kulitku juga kalo dipakain macam-macam  suka malah tumbuh jerawat.  Pouch kosmetikku buatku merupakan  tempat teraman aku nyimpen peralatan make up tanpa harus takut bakal digangu  Shidiq(3 tahun) anakku.
Isi pouchnya sederhana aja
1. Sedok una
2. Pelembab
3. Lipstik
4. Bedak
5. Magic stick
6. Nano Spray
7. Botol isi ulang nano spray
8. Eye Roll on
9. Eye Liner
Ini Penampakan Pouch Kosmetikku



Sedok luna penting banget buatku untuk bersihin komedo yang banyak di daerah hidung dan dagu rasanya belum kinclong aja kalo belum pake senduk una neh, walaupun hasilnya setelah pakai sendok una hidung dan dagu jadi merah-merah.
Lagi test pelembab baru lagi, aku nggak tau pelembab yang bagus itu gimana, jadi waktu belanja susu  buat Shidiq ada lihat pelembab neh di swalayannya jadi ambil aja deh soalnya butuh banget hidungku kering terkelupas butuh pelembab.
Lipstik ini satu-satunya yang selamat dari tangan kreatif shidiq, tapi malangnya karena takut Shidiq mainin dan kusimpan di tempat yang tinggi neh lipstik jatuh waktu buru-buru  tadi mo antar Vinka ke lomba mewarnai jadilah perjuangan menggunakan lipstik yang nggak karuan bentuknya karena jatuh.
Bedak ini beli dari kakak, pas dia lihat warna bedaknya sama kaya kulitnya jadi berasa nggak pakai. Ditawarin deh ke aku, dengan harga murah donk ampe hampir 50% dari harga dia beli. langsung beli deh dan kebetulan juga cocok sama mukaku.
Eye roll on, penting banget untuk aku yang punya bawaan mata panda, biar fresh dan hitamnya nggak terlalu kentara. Ini lagi belajar pakai eye liner, orang pakai kok kelihatan cantik yaa kalau aku pakai kok malah mata pandaku malah jadi lebih kentara....ha..3x, harus banyak belajar make up lagi neh.
Nano spray, isi ulangnya, magic stick kugunakan biar muka kelihatan lebih fresh aja, soalnya aku jarang ke salon untuk facial atau perawatan lainnya terakhir ke salon rasanya waktu mau nikah...berarti itu enam tahun yang lalu  :)
Kalau keluar dekat-dekat rumah, biasanya cuma pakai lipstik dan bedak aja. Tapi kalau kondangan or kadang-kadang iseng maksa jadi model foto papanya Vinka, selai pakai bedak, eye liner dan lipstik aku juga suka pakai pensil alis
Jadi Model Foto Papa Vinka dengan make up seadaanya
Yaa, itulah ceritaku seputar isi pouch kosmetikku. Sampai sekarang seh aku tetap suka eksperimen dandan kalau kondangan, tapi Papa Vinka suka nggak sabar kalau aku dandannya lama-lama. Belum lagi kalau pas dandan Shidiq rewel akhirnya nggak ada beda kondangan or pergi jemput Vinka sekolah cuma modal lipstik, bedak dan eye liner doank jadi deh berangkaat...


Bongkar Pouch Kosmetikmu

http://www.emakgaoel.com/2015/02/giveaway-blog-emak-gaoel-bongkar-pouch.html

Thursday, 12 February 2015

Belajar dari Tips-tips Menulis

Kalau ngomongin soal tips nulis dan kegalauanku menjadi seorang penulis aku pernah menuliskannya disini. Sampai sekarang, aku masih tetap berusaha bisa menjadi penulis buku yang baik, yaa minimal aku bisa mempunyai  satu buku solo sendirilah sebelum mati.
Ada banyak cara yang kulakukan agar impianku menjadi penulis solo semakin mendekati kenyataannya. Salah satunya belajar dari tips-tips menulis yang ada. Baik itu yang ada di majalah, koran maupun yang beredar di dunia maya. Tapi kemudian aku menyadari belajar dari tips-tips menulis dan semua teori kepenulisan yang ada itu semua akan sia-sia jika kita tak pernah mempraktekan apa yang sudah kita baca. Semakin rajin kita praktek menulis semakin bagus tulisan kita. Bahkan orang yang talenta menulis luar biasa juga juga tetap butuh praktek.
"Malcon Gladwell pernah menulis dalam bukunya, Outliers bahwa kunci untuk sukses  di segala bidang, termasuk menulis tak lain adalah praktek. Dia sampai membuat hukum sepuluh ribu jam yang inti dari hukum ini adalah anjuran untuk mempraktekan bidang yang kita minati minimal sepuluh ribu jam untuk sukses didalamnya. Sepuluh ribu jam kurang lebih sama dengan dua tahun"
2. Do More. Pasti pernah dengar kata-kata bijak. "If you want more, you must do more." Kalau ingin lebih maka lakukan lebih daripada yang dilakukan orang lain.
3."Stay foolish, stay hungry." artinya tetap merasabodoh  tetap merasa lapar ucapan Steve Jobs ini  cocok dipraktekin untuk semua penulis, dengan begitu dia tidak cepat puas dan terus belajar agar kualitas tulisannya semakin baik.
Kalau sekarang aku masih belum punya buku solo sendiri juga itu karena aku masih belum maksimal mempraktekan semua  kata-kata bijak di atas. Kadang rasa malas dan jenuh juga sering hinggap lengkaplah sudah. Belum lagi alasan klasik pekerjaan rumah tangga dan urusan anak yang nggak habis dan seribu alasan lainnya untuk membenarkan aku nggak praktek nulis.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar semangat nulisku tetap terjaga, aku selalu mengingat motivasi menulis itu untuk apa?. Setelah itu aku juga mengenang ketika satu-persatu tulisanku diterbitkan. Bagaimana rasa haru menyelimuti ketika tulisanku dibukukan. 
Biasanya setelah mengenang semua itu, semangat menulisku bangkit lagi. Aku mulai menulis lagi dan mencoba  berbagai kompetisi/lomba menulis yang ada untuk tau kualitas tulisanku sudah baik atau belum. Mungkin hanya ini, pengalamanku yang bisa kubagi selama menekuni hobi menulis. Moga-moga bermanfaat

Antalogi puisiku yang pertama

Antologi cerpenku yang pertama

Dua puisi sederhanaku ada disini

Buku  antalogi puisiku yang kedua
Buku antologi pertamaku bersama para blogger

buku antologiku bersama para blogger sumber foto
tulisan ini diikutsertakan dalam 1st Giveaway blog Cokelat Gosong



Wednesday, 11 February 2015

Surat Cinta Untuk Stiletto Book

Dear Stiletto Book.
Hebohnya para blogger menulis tentangmu, mulai lomba review buku, lomba membuat surat, lomba menuliskan ide toko online, membuatku tertarik untuk mengenalmu lebih jauh dengan melike fanspage, kepoin blog dan juga twittermu.
Banyak informasi, ilmu dan juga inspirasi sejak pertama kali kepoin kamu. Misimu yang keren  untuk "membuat perempuan merasa lebih seksi dengan kecerdasannya, lebih percaya diri dengan kemampuannya dan tampil lebih cantik dengan pengetahuannya."layak diberi dua jempol, tak banyak penerbit yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan buku seputar dunia perempuan.  
Banyak buku berkualitas yang telah kau terbitkan tak membuatmu cepat puas, kau terus berbenah diri, menerima kritik dan saran untuk memberikan yang terbaik untuk pembaca setiamu.  Salah satunya dengan program menulis surat untuk Stiletto book, baik itu untuk pembaca yang sudah kenal lama dengan buku-buku terbitan Stiletto maupun pembaca yang baru saja mengenal Stiletto book.
Banyak program-programmu yang membuatku jatuh cinta
  • Stiletto Shocking Sale (Program st tiletto yang paling kunanti).Dimana buku-buku terbitan stiletto di diskon habis-habisan. Benar-benar bikin mupeng dan telan ludah lihat harga diskon bukunya yang gila-gilaan.(Sayang waktu program ini berlangsung budget  beli buku nggak ada. Maunya  stiletto shocking salenya jadi agenda tetap aja tiap berapa bulan, jadi ibu rumah tangga sepertiku bisa nabung dulu  untuk beli buku-bukumu).
    Poster stiletto shocking sale
  • Say it with books,  program  yang  memfasilitasi kita menghadiahkan buku  ke teman/saudara/pasangan di hari spesial dengan servis packing dan bingkisan cantik. Dengan program ini secara nggak langsung mengkampanyekan agar kita cinta buku, dengan memberikan buku di hari spesial sebagai hadiah.
Gerakan Cinta Buku
  •  Stiletto book club, banyak keuntungan menjadi member stiletto book club,  antara lain, mendapat diskon tambahan 5^ setiap pembelian stiletto book, online ataupun offline, mendapat point reward berupa  stiker setiap pembelian 25.000 dan setiap 15 stiker bisa ditukar dengan exclusive blocknote atau buku senilai 50.000, diskon 35%+merchandise jika berbelanja di hari ulang tahun dan arisan buku gratis setiap bulan yang akan diundi.  dan masih banyak lagi.(Moga-moga aja aku diterima jadi member book club, oya gara-gara isi form pendaftaran ini aku jadi ingat punya akun digoodreads dari tahun 2013 yang belum diberdayakan disini.)
  • Program nulis bareng stilletto yang diadakan setiap enam bulan sekali dimana tulisan yang terpilih akan dibukukan seperti dalam buku "a cup of tea" yang hingga sekarang terdiri dari 5 seri. 
  • Aku juga suka banget cara marketing buku stiletto. Berdasarkan pengamatanku dari pertama buku itu dicetak, hingga buku itu termasuk agak tak bisa dikatakan "fresh from the oven"selalu ada promo-promo agar buku itu  tetap laku keras. 
  • Stiletto book juga nggak pelit kasih tips-tips kepenulisan yang sangat bermanfaat untuk "writer wanna be like me."
  • Stiletto book juga nerima  naskah fiksi maupun non fiksi seputar dunia perempuan. Bikin aku demam neh, ingin banget jadi jadi bagian dari stiletto book.  Sambil lirik tulisanku yang nggak kelar-kelar
Poster Stilletto book Club
Ngomong-ngomong soal buku terbitan Stilletto book ada 3 buku yang menjadi incaranku saat ini.
  • Buku sukses bekerja dari rumah, terbitan terbaru dari Stiletto Book. Aku seh berharap bisa bikin review buku ini dan kirim ke majalah or koran nasional.
  • Buku sukses membangun toko online, aku banyak membaca buku review tentang buku ini dan membuatku makin penasaran sama buku best seller yang satu ini.
  • Buku Everything is Alright satu-satunya buku biografi terbitan stiletto book, Menulis adalah terapi yang dilakukan Sri Damayanti Manulangdari sinopsinya aja penasaran sama bukunya. 
Harapanku suatu saat nanti, mudah-mudahan aku bisa jadi salah satu penulis di Stiletto book. :). Stiletto book tetap konsisten mendedikasikan diri di dunia penerbitan perempuan karena itu yang membuat stiletto menjadi spesial. Semoga ke depannya Stiletto makin sukses

buku incaranku yang pertama

  

Buku incaranku yang kedua

Buku incaranku yang ketiga
 


http://www.stilettobook.com/index.php?page=artikel&id=119




Tuesday, 3 February 2015

Sedekah Membuatku Bertemu Jodoh

Kalau ingat keajaiban sedekah, aku jadi teringat pengalamanku sendiri ketika mencari Jodoh. Memang sedekah itu bukan suatu penyelesaian masalah dalam hal mencari jodoh. Tapi, dengan bersedekah selain juga dengan terus berusaha dan berdoa, ternyata mempermudah langkahku bertemu jodoh. 
*****
Genap, dua tujuh usiaku saat itu usia yang matang untuk menikah. Ada suatu kejadian di masa lalu, yang sedikit membuat trauma dan males berurusan dengan makhluk yang bernama cowok apalagi kalau kudu main perasaan-perasaaan segala.
Satu persatu sahabatku menemukan pasangan hidupnya, membuatku tersadar untuk segera move on. Berpacu dengan umur, belajar dari pengalaman masa lalu, untuk lebih berhati-hati menentukan pilihan hati. 
“Di tempat kerjamu orang laki-lakinya banyak, apa tidak ada satu yang kena di hati? Kamu terlalu milih-milih jodoh. Lihat kawan-kawanmu sudah menikah semua. Kamu kapan?”
Pertanyaan yang sering kudengar akhir-akhir ini. Baik itu dari orang tua, saudara bahkan teman-teman. Ada yang bersimpati, dengan menawarkan kenalannya yang masih lajang. Ada juga yang hanya menyalahkan. "Gelisahku karena lingkungan. Mencari jodohkan tak semudah membalik telapak tangan. Haruskah kumenerima siapa saja yang datang demi mengejar gelar istri?.
****
Berbagai cara sudah kuterapkan dalam mencari jodoh. Dari baca buku, berdoa, travelling. Bahkan aku yang paling cuek dengan penampilan sekarang mulai rajin membersihkan wajah dan melakukan perawatan ini dan itu. Sungguh suatu keajaiban tapi belum juga ada tanda-tanda bertemu jodohku.
Aku tetap berbaik sangka dan terus memperbaiki diri. Menemukan jodoh ternyata seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami...
Harapanku akan jodoh sebenarnya sederhana sekali. Aku ingin menikah dengan orang yang bisa membuatku tertawa, sesedih apapun aku. Membuatku merasa cantik, sejelek apapun aku. Dan membuatku merasa kaya semiskin apapun aku. Membuatku merasa sehat sesakit apapun aku.Dan Berjanji tak akan menyakiti aku baik lahir maupun batin.
Dan dari segi penampilan suamiku itu harus menenangkan hati ketika kulihat. Suaranya harus bagus jadi aku tak akan bosan mendengar jika dia menasehati. Satu lagi dia harus pandai mengaji dan wawasannya luas. 
Yaa, mungkin kriteriaku terlalu tinggi, dan mungkin aku juga nggak sadar diri. Pasang kriteria yang terlalu muluk, tapi aku yakin Allah itu maha pemberi dan tak ada yang tidak mungkin, jika Dia berkehendak.
Untuk mengisi hati yang kosong aku jadi sering mengikuti berbagai siraman rohani.
 "Membeli jodoh dengan sedekah" Judul ceramah saat itu sangat mengena di hati sesuai sekali dengan keadaanku.
Yaa sedekah itu ikhtiarku yang kurang. Kenapa tak terpikir dari dulu. Semangatku bangkit lagi. Aku jadi rajin bersedekah. Setiap pengemis yang datang pasti kuberi uang. Dan apabila pergi ke mesjid, tak lupa kumampir di kotak sumbangan. Sekedar memberi infaq, bila biasanya cuma seribu kali ini infaq kutingkatkan nominalnya. Disertai doa yang tak henti di tahajud malamku berserta kriteria jodohku nanti.
**&&&**
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Kerjaan yang menumpuk membuatku sedikit lupa masalah jodoh. Kontrak kerjaku hampir habis, semua pekerjaan harus segera diselesaikan.
Stress melanda, mukaku yang biasa mulus kini berhiaskan jerawat. Cukup membuat kesan merona di kedua pipiku.

Pose kepaksa waktu jerawatan
Seorang teman lama menelepon. Dulu aku pernah meminta untuk mencarikan jodoh padanya. Dan hari ini dia menelepon karena ada temannya yang mau kenalan denganku.
Malu, nggak pede dan lagi banyak kerjaan pada saat itu. Membuatku menolak tawaran itu, tapi teman lamaku memberi alternatif jalan agar kami bisa kenalan,  melalui yahoo messengger.
Foto bareng Mak comblangku (Baju merah), cuma bisa balas kebaikannya dengan doa
Setelah saling meng-add akun ym. Singkat kata, kami mulai bertukar nomor hape dan juga akun friendster. Foto profilnya biasa saja, tak ada getar ketika melihatnya. Suka mendaki gunung, lulusan telekomunikasi. Lumayan dari segi tampang. Sepertinya orang yang menyenangkan. Terlihat dari komentar-komentar temannya difriendster.
****
Hari ini kami akan kopi darat. Setelah seminggu berkomunikasi lewat ym. Aku tidak mau buang-buang energi dari perkenalan ini. Sejak awal sudah kutegaskan, mencari suami bukan pacar.
Sengajaku  membawa buku untuk menutupi wajah. Setidaknya jika dia tidak serius mencariku. Mukaku bisa kututup buku agar tidak ketahuan  kalau aku sudah ada di situ.
 "Seperti ada angin yang berhembus ketika dia berjalan.Walau ini pertama kali bertemu, tapi terasa sudah lama sekali kumengenalnya. Perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya  dengan lelaki mana  pun sebelumnya."
 Dan hanya hitungan minggu saja kami sudah saling bertemu keluarga. Dia begitu sesuai dengan doa yang kupanjatkan selama ini. Baik dari segi sifat maupun penampilan.
Ini pasti jawaban doaku. Doa yang diiringi dengan iktiar dan sedekah yang membuatku akhirnya bertemu jodoh.Tahun ini  tanpa terasa sudah enam tahun kami  menjadi suami istri sejak saat itu.
Foto Keluarga di perayaan enam tahun pernikahan kami


.