Friday, 16 May 2014

Cegah TB Resistan obat, Dengan Pengobatan yang Tepat dan Tuntas

Beberapa minggu yang lalu aku pergi berobat ke dokter. Sambil menunggu giliranku diperiksa, seorang perawat mengukur tekanan darahku. Bu dokternya ramah banget deh, sambil menulis resep untuk pasien sebelumku  dia  terus mengajak si pasien berkomunikasi  dengan banyak bertanya,  mencairkan suasana jadi nggak terasa sedang menunggu(saat itu pasien sebelumku seorang nenek yang diantar oleh anaknya yang sudah berusia juga).
Hingga kini pertanyaan bu dokter itu masih membekas di hatiku. Apa obatnya selalu diminum? Apa minumnya teratur? Pas sudah merasa enakkan apa obatnya tetap diminum sampai obatnya habis? Mungkin buat sebagian orang yang mendengarkan pertanyaan bu dokter mengganggapnya sekedar berbasi-basi saja. Tapi kalau kita mau  mencermatinya lebih seksama. Justrus dari pertanyaan sederhana, kita bisa tahu seseorang itu resistan obat atau tidak.  Terutama bagi pasien TB.
  • TB resistan obat adalah TB yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tubercolusis yang telah mengalami kekebalan terhadap OAT.
  • Multi Drug Resistan Tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR adalah TB resistan obat terhadap minimal 2 dua obat anti TB yang paling poten yaitu INH dan Riampisin secara bersama sama atau disertai resisten terhadap obat anti TB  lini pertama lainnya seperti etambutol, streptomisin dan piraziinamid. 
  • Extensively Drug Resistant Tuberculosis atau XDR TB adalah TB MDR disertai dengan kekabalan terhadap obat anti TB lini kedua yaitu golongan fluorokuinolon dan setidaknya satu obat anti TB lini kedua suntikan seperti kanamisin, amikasin atau kapreomisin.
Orang yang tertular (terinfeksi) kuman TB Resistan  obat, TB MDR (multi-dry resistant) atau TB XDR dapat berkembang menjadi “sakit TB” dan akan mengalami ”sakit TB MDR” dikarenakan yang ada di dalam tubuh pasien tersebut adalah kuman TB MDR. Pasien TB MDR menularkan kuman TB yang resistan obat kepada masyarakat di sekitarnya. Seremkan?
Bagaimana  kuman TB dapat menjadi resistan?
Resistan terhadap obat anti TB dapat terjadi karena diagnosis yang tidak tepat  dari petugas kesehatan yang menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat baik paduan, dosis, lama pengobatan d dan juga kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.
Resistan obat bisa juga terjadi karena kurangnya disiplin pasien  dalam menyelesaikan pengobatan yang diberikan.
Siapa yang beresiko terkena TB Resistan obat TB MDR dan TB XDR?
TB Resistan obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang yang:
Tidak menelan obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan
Sakit TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB Resistan obat yang tinggi.
Kontak erat dengan seseorang yang sakit TB Resistan Obat.
Pengobatan TB Resistan Obat, TB MDR dan TB XDR

Pengobatan TB Resistan obat, TB MDR dan TB XDR lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan kuman TB yang masih sensitif. Angka keberhasilan pengobatan tergantung kepada seberapa cepat kasus TB obat itu teridentifikasi dan tersedianya pengobatan yang efektif. TB resistan obat dan TB MDR dapat disembuhkan meskipun memerlukan biaya yang lebih mahal untuk obat (±100 kali lipat dibandingkan pengobatan TB biasa) dan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 18-24 bulan dibandingkan pasien TB biasa yang masa pengobatannya sekitar 6 bulan.serta jumlah obat yang lebih banyak sehingga efek samping yang disebabkan juga lebih berat.
Tanda dan Gejala TBC atau TB

Kenali pasien TB. terutama TB anak dengan mengenali ciri-cirinya antara lain: 
  1. Batuk terus menerus dan tidak membaik meski pun telah diberi antibiotik.
  2. Berat badan menurun bahkan sama sekali tidak mengalami penambahan berat badan.
  3. Mengalami demam dan tidak turun-turun.
  4. Berkeringat di malam hari.
Kunci pencegahan TB MDR  
  • Mendiagnosisi secara dini setiap terduga TB resistan obat.
  • Melanjutkan  pengobatan dengan OAT lini kedua sesuai standar. Pengobatannya harus dipantau kepatuhan dan ketuntasannya, serta harus dilaporkan system surveilans.
  • Pengobatan TB dengan tatalaksana yang tidak standar baik dalam hal panduan, lama dan cara pemberian pengobatan dapat menjadi faktor pencentus untuk meningkatnya jumlah kasus TB resistant obat dan TB MDR.
  • Untuk mencegah penularan kuman TB MDR, pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat  harus dilakukan disetiap fasyankes yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien TB resistan obat, TB MDR/XDR, termasuk juga menjaga lingkungan tempat tinggal pasien TB Resistant obat, TB MDR/XDR.
Faktanya TB merupakan pembunuh nomor satu diantara penyakit menular. Sebagian besar penderita TB mereka dengan usia produktif (15-55 tahun).Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dengan masalah TB di dunia.
Apabila keluarga tercinta  ada yang positif terkena TB, sebaiknya kita support semangatnya untuk sembuh agar tidak pudar dengan tidak membiarkannya berobat sendirian.
Turut memantau dan memastikan pengobatan yang dilakukan sudah tepat dan tuntas terutama bagi pasien TB anak-anak dan lansia.  Memastikan tempat tinggal bersih dan memiliki ventilasi yang baik. Serta selalu menjaga kesehatan dan kebersihan kapan saja dan dimana saja. Indonesia bebas TB, pasti bisa.







Sumber gambar:
www.pustakasekolah.com,maximamedic.com
Sumber Referensi:http://www.tbindonesia.or.id/
Postingan ini diikutsertakan dalam #SembuhkanTB serial4

No comments:

Post a comment

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal