Sunday, 31 December 2017

Selalu Siaga Ketika Anak Sakit


Rasanya baru kemarin, aku memeluk badan Vinka yang terdiam lemas seusai kejang demam karena tumbuh gigi pertama, sambil menangis histeris, menyangka dia telah tiada.

Dalam hatiku bertanya berapa kali lagi anakku harus menghadapi kejadian seperti ini?Apa setiap tumbuh gigi dia pasti demam lalu kejang? Rasanya lemas seluruh otot di tubuhku.

Setelah anakku sadar segera kularikan dia ke UGD,  Dokter menyuruh membeli obat  ke  apotik, setelah obat kubeli, dokter segera memasukan paracetamol lewat maaf (duburnya). 

Pasien UGD yang demikian padat, membuat semua dokter sibuk, tak ada tempat bertanya.
Akhirnya setelah kondisi anakku stabil  sore harinya kami bawa dia ke dokter spesialis anak. Semua pertanyaan sudah tersusun rapi di kepalaku.

“Kenapa dia bisa kejang? Bagamaina mencegah dia kejang?
Dokter bilang biasanya kejang demam terjadi karena faktor keturunan. Aku dan suamiku tidak mempunyai riwayat kejang demam, bagaimana mungkin?  Sedang aku dan suami saja tidak memiliki riwayat kejang demam

Mungkin saudara ibu, saudara bapak, paman, bibi mempunyai riwayat kejang demam.
Cara mencegah agar tidak kejang jangan sampai  anak demam.  Selalu siaga, Kalau dia demam segera kompres, ukur suhu dengan termometer dan jangan lupa harus selalu sedia obat demam dan obat anti kejang.

Pantau terus perkembangannya.
Banyak hal yang bisa memicu demam pada  anak terutama pada anakku antara lain ,dia nggak bisa kecapaian, nggak bisa minum dingin, alergi debu,nggak boleh  terlalu banyak jajan di luar karena radang tenggorakannya suka kambuh, perubahan cuaca juga harus waspada dan masih banyak lagi listnya yang bisa bikin stress kalau dipikirin.

Makanya aku  selalu siaga dengan stok obat demam. Bukan sembarang obat demam yaa, karena kejang demam itu,  demamnya suka naik turun dengan cepat, ribet banget  kalau pas mau kasih minum kudu kocok-kocok obat dulu,keburu kejang anakku.

Kadang kala meskipun sudah dikompress dan diberi obat penurun demam tapi kadang  anak tetap aja kejang, ketika anak kejang harus langsung diberikan stesolid yang dimasukan lewat dubur untuk mencegah kejang berlangsung lama.

Kata dokter, anak dengan riwayat kejang demam harus dijaga benar-benar sampai usianya 5-6 tahun, jika masih kejang demam juga harus dijaga dan dipantau hingga usia 12 tahun.

Makanya aku selalu sedia Tempra Syrup dan tempra forte, karena beda usia beda juga dosisnya.
Tempra Syrup (Rasa Anggur) Menurunkan panas, meredakan nyeri
Untuk anak usia 1 – 6 tahun
Komposisi: Setiap 5  ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol.
Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit
Dosis: Gunakan sesuai anjuran dokter, bila perlu satu dosis setiap 4 jam, namun tidak lebih dari 5 kali sehari
Umur                                                    Dosis
Dibawah 2 tahun                                   Sesuai petunjuk dokter/gunakan Tempra Drops
2 – 3 tahun                                          5 ml
4 – 5 tahun                                          7.5 ml
6 – 8 tahun                                          10 ml atau gunakan Tempra Forte
Tersedia gelas takar dengan dosis yang tepat di dalam kemasan, jadi pasti tepat dosis yang diberikan.
Jika dibandingkan dengan harga obat demam biasa, memang  harga tempra sedikit lebih mahal tapi itu sebanding dengan khasiatnya. Tempra aman dilambung, tidak perlu dikocok, larut 100% dan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis) 

Tempra Forte (Rasa Jeruk)
Menurunkan panas, meredakan nyeri
Untuk anak usia 6 tahun ke atas
Komposisi: Setiap 5  ml Tempra Forte mengandung 250 mg paracetamol.
Dosis: Gunakan 3 – 4 kali sehari

Anak Ketiga  Divonis Delay Motorik
Jika anak pertama dan kedua aku harus selalu siaga ketika mereka demam.Maka anak ketiga ini aku harus lebih siap dan siaga ketika dokter bilang anakku mengalami keterlambatan dalam berjalan.

Setelah serangkaian tes  yang dilakukan padanya mulai dari tes darah, ct scan kepala hingga fisoterapi serta pengukuran lingkar kepala. Aku harus menerima kenyataan kalau anakku perkembangan psikomotoriknya terlambat.
CT Scan Kepala bayi
Mendampingi Gibran melakuakan CT scan kepala

Di usianya yang ke 18 bulan dia belum bisa berjalan sendiri, seharusnya anak diusianya  sudah bisa berjalan mandiri tanpa harus memegang benda sekitarnya.

Terapi untuk anak yang mengalami keterlambatan perlu dilakukan sedini mungkin sehingga memungkinkan mengejar ketinggalan yang ada karena masih adanya periode percepatan pertumbuhan otak yang berlangsung sampai anak berusia 2 tahun.

Penjelasan dokter  di atas, membuatku optimis untuk mengejar keterlambatan Gibran agar bisa berkembang secara normal dan optimal. Tak lupa dokter memberikan resep suplemen untuk otak yang juga mengandung zat besi agar tulangnya kuat dan juga surat rujukan untuk kontrol selanjutnya.
Gibran di tempat fisioterapi


Hari ini tepat 19 bulan usia Gibran, dia masih belum bisa berjalan sendiri tetapi sudah ada kemajuan dia mau melangkahkan kakinya ketika kupegang untuk belajar berjalan tanpa menangis, bagiku itu perkembangan yang luar biasa, meski masih panjang PRku sebagai orangtua untuk selalu siaga mendampingi anak-anak ketika mereka sakit, memantau tumbuh kembang mereka agar berkembang secara optimal.
Prku melatih Gibran berjalan untuk mengejar keterlambatannya

Tipsku  ketika anak sakit
  1. Jangan panik, tetap tenang sehingga semua berjalan lancar, kita tahu apa yang harus dilakukan.
  2. Selalu siaga mendampingi anak yang sedang sakit, sebisa mungkin jangan biarkan mereka sendiri terutama jika memiliki anak dengan riwayat kejang demam.
  3. Pantau perkembangan si kecil, jika ditemukan kelainan atau keterlambatan pada perkembangannya segera periksakan anak ke dokter. Semakin dini pemeriksaan, semakin besar harapan anak untuk bisa berkembang secara normal dan optimal.
  4. Berikan kasih sayang, kontak fisik dan psikis dengan anak serta perhatian sesering mungkin
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



28 comments:

  1. Selamat Tahun Baruuu.. Semoga sehat-sehat terus yaaa.. Selama ada Bunda dan Tempra, tidak perlu panik saat anak demam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat tahun baru mbak arin, iyes jangan panik ada tempra dan bunda

      Delete
  2. Tempra ada varian rasanya, anak2 pasti suka ya mbak ,,
    Smoga sennatiasa sehat selalu ya ,kakak juga adek 🙏🙏🙏😍👼


    ReplyDelete
  3. Kejang bikin panik dan taku para bunda. Obat penurun panas penting banget

    ReplyDelete
  4. Termometer dan tempra sahabat ibu dan anak. Sedia selalu di kotak p3k

    ReplyDelete
  5. Ibu harus kuat ya ketika anak sakit. Gibran, pasti akan bisa melalui tahapan perkembangan dengan baik. Dia akan berlari mengejar ibunya. Tetap semangat ya mba

    ReplyDelete
  6. Demam kejang emang bahaya yaa mbaa, buka sembarang obat juga yg diminum. Semoga sehat selalu ibu dan anak.

    ReplyDelete
  7. Semoga selalu sehat dan bahagia terus ya Bun sekeluarga, dek Gibran semangat selalu. Tempra setia menemani ya.

    ReplyDelete
  8. semuanya memang perlu proses ya dek Gibran...semoga kamu selalu kuat dan ibumu akan semakin kuat mendampingimu dan kakak2mu. Semangat anak ganteeng

    ReplyDelete
  9. Semoga mbak diberi kesabaran dan kesehatan mendampingi anak-anak. Memang kalau udah kejang, kita harus waspada. Kadang hanya demam 38 derajat tapi kalau sampai kejang langsung beri obat atau bawa ke dokter.

    ReplyDelete
  10. Semangat ya dede Gibran. Kamu dan saudara2mu adalah penguat hati ibu. Sehat terus ya semuaa ^^

    ReplyDelete
  11. Paling ga tega dan kasian kalau anak kecil sakit. Rasanya pengen dipindahin aja penyakitnya. Mudah-mudahan selalu sehat ya mbak anak-anaknya.

    ReplyDelete
  12. Tempra sirup, obat yang terpercaya buat anak anak

    ReplyDelete
  13. Sehat itu berharga ya. Setelah punya anak makin merasakan bagaimana khawatirnya ibu terhadap anak...

    Kami di rumah juga sedia Tempra lho :)

    ReplyDelete
  14. Sehat itu penting.. tapi kita merasakan pentingnya saat udah sakit aja. Hiks. Harus perbaiki pola hidup dari sekarang nih

    ReplyDelete
  15. baru tau kalau tempra bisa diberikan ke anak usia 0 tahun. bagus banget nih, karena kadang suka was was sama obat-obatan untuk bayi yang masih terlalu kecil

    ReplyDelete
  16. Kalau si K pernah sampe 40 derajat lebih mbak. Gak sampai kejang seh. Aku kasih obat penurun panas juga plus tempelin bioglass.

    ReplyDelete
  17. Hallo, Gibran. Ganteng nih Gibran, kalau anak saya cewe, Gibran dijadiin mantu nanti ��

    Btw, anak kita usianya sama mba. Bulan ini masuk 19 bulan.

    Mudah2an anak-anak kita selalu diberi kesehatan ya mba. Dan u/ ortunya selalu diberi kesabaran dalam merawat anak.

    ReplyDelete
  18. Gibraaaan (kangeeen nyebut nama ini, seakan semua anak dengan nama ini ada du hatiku), sehat terus ya, nak

    ReplyDelete
  19. masya Allah, sehat terus ya nak. Terus semangat. jadi ingat keponakan dulu juga melalui tes begini, Mbk.

    ReplyDelete
  20. Sehat selalu bwt vinka. Amin amin ya robbal'alamin.
    Btw aku jg nyediain ini di rmh mbk. Si tempra. Bwt jaga2.

    ReplyDelete
  21. Semoga si kecil selalu sehat ya mba. Memang penting sekali first aid buat anak demam kayak termometer, obat penurun panas dan kompres

    ReplyDelete
  22. Emang kalo demam itu rada bikin worry apalagi pegang dahi agak anget langsung khawatir untungnya punya termoter jadi tahu suhu sebenernya berapa dan standarku kalo diatas 37.5 baru aku kasih obat penurun panas.. Kalau kurang dari itu cukup dikompres

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalo kurangdari itu cukup kompress tapi jika punya riwayat kejang demam tetap kudu waspada

      Delete
  23. Semoga sehat selalu ya, Bun. Anakku alhamdulillah blm pernah kejang, tp info ini bermanfaat sekali utk jaga2. Tks for sharing Bunda. Salam kenal dr saya di Batam. ��

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal