Monday, 1 June 2020

Ketika Kesehatan Mental Terganggu Karena Covid-19


Pernah nggak kamu merasa cemas berlebihan, sehingga itu mempengaruhi konsentrasi dan  emosi  kamu, sehingga tanpa sadar kamu tidak bisa mengatasi masalah sehari-hari,  marah  yang  tak terkontrol bahkan rentan melakukan kekerasan.

Jujur aku pernah  merasakan gangguan kesehatan mental dan itu membuatku  merasa tidak nyaman, merasa aneh, dan membuatku sering tak bisa tidur karena memikirkannya, kadang juga jadi marah hingga histeris sendiri  padahal masalah sepele.

Apa yang membuatku merasa cemas?
Salah satunya ketika lagi heboh-hebohnya membahas masalah covid-19, nonton  TV pembahasannya covid-19, baca wa pembahasannya covid-19, baca fb pembahasan covid-19, baca berita juga pembahasannya juga covid-19, belum lagi perpanjangan psbb, itu  semua membuatku cemas dan tentu saja mempengaruhi kesehatan mentalku.

Aku cemas bagaimana pendidikan anak-anakku nanti, aku khawatir masa depan mereka, aku takut jika pandemi ini tiada akhir, bagaimana aku harus mengatasi rasa bosan mereka agar mau tetap diam di rumah, cemas dengan kebutuhan pangan yang menipis.
(Baca juga  kejang demam pada anak)

Kadang tanpa sadar membuatku histeris sendiri ketika anak-anak tetap ngotot ingin bermain di luar, sementara  odp semakin banyak di sekitar rumah. Perasaanku menjadi sedikit lebih tenang ketika aku berbagi cerita dengan sahabatku, meski rasa cemas itu masih tetap ada, tapi aku masih bisa mengendalikannya.

Faktanya aku nggak sendirian yang merasakan ganguan kesehatan mental di Indonesia, berdasarkan Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa 7 dari 1000 rumah tangga terdapat anggota dengan skizofrenia/psikosis.

Prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas juga meningkat dari 6,1 persen pada tahun 2013 menjadi 9,8 persen pada 2018. Artinya, sekitar 12 juta penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas menderita depresi.

Terutama di masa pandemi  yang tak kunjung usai seperti sekarang, keadaan ekonomi yang tidak pasti, kemajuan  teknologi digital dan perkembangan media sosial menjadi beberapa penyebab meningkatnya angka kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia.

Langkah pencegahan tentu saja lebih baik daripada mengobati, dengan Mengenali penyebab ganguan kesehatan mental,  sangat penting agar dapat mempermudah upaya penyembuhan.

Berdasarkan fakta-fakta di atas tentu saja kini kesehatan mental harus mendapat perhatian yang serius, karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang harus terus dijaga. Kesehatan mental dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, hingga bunuh diri.

Salah satu cara meningkatkan kesehatan mental adalah dengan mengubah pola pikir. Pola  pikir yang bagus tentu saja sangat berpengaruh pada makanan dan perilaku sehari-hari.

Membiasakan diri selalu berpikir positif,   membuat kita selalu dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi, melihat tantangan atau hambatan sebagai hal yang sementara menggunakan teknologi untuk hal yang positif, selalu bersyukur atas apapun yang terjadi.

Jika kamu telah mengubah pola pikirmu menjadi positif tapi tetap merasa ada yang menganggu pikiranmu dan membuatmu merasa cemas tiada henti, itu tandanya kamu memerlukan bantuan professional  kepada dokter ahli jiwa atau psikeater.

Tak perlu pergi jauh-jauh, apalagi sampai harus sering pergi ke rumah sakit di era serba digital layanan kesehatan pun memanfaatkan fasilitas teknologi informasi salah satunya adalah  aplikasi Halodoc.com  yang merupakan platform mobile yang menyediakan kemudahan akses dan interaksi antara masyarakat dan dokter secara cepat, akurat, dan aman.
Aplikasi Halodoc.com terintegrasi dengan dokter, apotek, rumah sakit, dan asuransi di seluruh Indonesia


Terintegrasi dengan dokter, apotek, rumah sakit, dan asuransi di seluruh Indonesia. Kita bisa chat dengan dokter berpengalaman dan terverifikasi dengan beragam pilihan dokter umum dan dokter spesialis di seluruh Indonesia serta mendapatkan penjelasan dan saran medis yang akurat dan dapat dipercaya, dengan privasi kamu yang tetap terjaga kerahasiaannya. Aplikasi ini bisa diunduh di App Store dan Google Play Store

No comments:

Post a comment

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal