Tuesday, 5 February 2019

5 Peluang Usaha Potensial di Desa




Banyak yang mengira bahwa tidak ada yang bisa dilakukan orang desa selain bertani. Padahal dengan menggunakan bantuan kredit tanpa kartu kredit, ada cukup banyak peluang usaha potensial dari desa yang bisa menghasilkan potensi keuntungan.


Dengan era digital seperti ini konektivitas bukan lagi menjadi kendala. Apalagi dengan pembangunan infrastruktur membantu pengiriman barang dari desa ke kota dengan lancar dan mudah. Untuk itulah saatnya memberdayakan desa sehingga warganya menjadi lebih mandiri.

Berikut ini adalah beberapa peluang usaha di desa yang bisa dipasarkan secara online.   
Jual makanan khas desa

Usaha kuliner menjadi salah satu lini bisnis yang tahan terhadap krisis. Terbukti dengan adanya kemudahan kurir atau layanan pesan antar makanan, semakin banyak UKM yang tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Era digital saat ini juga memberikan peluang bagi warga desa untuk menjajakan panganan khasnya secara online. Contohnya saja seperti sosok Fera Nuraini, mantan TKW asal Hongkong yang kini berjualan nasi tiwul instan dari kampungnya di Ponorogo, Jawa Timur, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Kisah Fera berjualan nasi tiwul instan yang bisa tembus ke pasar Hongkong ini menjadi contoh konkret bagaimana makanan khas desa ternyata memiliki pangsa pasar yang cukup menjanjikan.
Desa Wisata

Pernah tahu Desa Wisata Ponggok, Polanharjo, Klaten? Dari wisata swafoto di bawah air ini saja Badan Usaha Milik Desanya sudah bisa meraup pemasukan hingga Rp 14 miliar14 miliar rupiah dalam setahun pada 2017 silam.

Contoh sukses wisata air Umbul Ponggok ini sebetulnya cukup banyak di Indonesia dengan keunikan dan daya tariknya yang berbeda. Misalnya di Kampung Jodipan, Malang yang terkenal dengan kampung warna-warninya.

Artinya pengelolaan desa menjadi tempat wisata sebetulnya punya peluang yang cukup besar jika dikelola dengan baik. Pertumbuhan desa wisata diyakini bisa mensejahterakan warga sekitar sehingga perekonomian pun makin meningkat.
Sayuran organik

Kebutuhan warga kota dengan sayuran organik menjadi salah satu gaya hidup yang kini mulai banyak diterapkan. Alasannya, orang kota lebih sadar bagaimana menjaga kesehatan. Mereka rela membayar lebih mahal asal apa yang dimakannya benar-benar dipastikan sehat dan bebas bahan berbahaya.

Salah satu potensi yang kini mulai banyak dilirik adalah usaha sayuran organik. Lahan di desa tentu saja masih cukup luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan sayuran organik. Kini pasarnya pun semakin meningkat karena sudah ada cukup banyak startup yang memang membutuhkan supplier sayuran organik lebih banyak lagi.  
Kopi desa

Tren ngopi bagi kaum urban bukan sekadar semata gengsi lagi. Kopi kini menjadi salah satu bagian dari gaya hidup kaum urban. Apalagi beberapa pandangan menyebutkan bahwa kopi bisa membantu memelihara kesehatan.

Tak heran jika muncul beberapa kedai-kedai kopi yang menyediakan aneka jenis kopi dari berbagai daerah. Di sinilah muncul permintaan. Sama halnya seperti sayuran organik, lahan di desa bisa dimanfaatkan untuk bertanam kopi.

Setiap desa pasti memiliki cita rasa dan keunikan rasa kopinya sendiri-sendiri. Inilah yang perlu digali kemudian dikenalkan pada masyarakat betapa kayanya cita rasa kopi khas nusantara.
Kerajinan dan hasil karya warga desa

Beberapa kampung di Cirebon misalnya masih bertahan sentra pengrajin topeng. Belum lagi di Bali yang usaha kerajinan tangannya tak pernah mati.

Potensi ini bisa dimanfaatkan dengan baik lewat penjualan secara online. Kamu pun bisa membantu para pengrajin untuk memasarkan karya-karyanya. Yang perlu kamu butuhkan hanyalah modal smartphone yang punya kamera.

Caranya tinggal foto dan unggah di sosial media. Biar lebih maksimal kamu bisa mengajarkan warga bagaimana caranya berjualan secara online. Soal modal untuk membeli gadget bisa dicarikan jalan keluar. Misalnya dengan layanan kredit tanpa kartu kredit dari Kredivo.

Layanan ini bisa dimanfaatkan bagi warga yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon. Selain itu persyaratan lainnya adalah minimal berusia 18 tahun dan punya penghasilan tetap Rp 3 juta perbulan.

Proses pendaftaran sangat mudah. Unduh saja dulu aplikasinya di Google Play Store atau App Store. Kemudian ikuti langkah-langkah pendaftarannya dengan mudah.

Kredivo bukan hanya memberikan kemudahan kredit tanpa kartu kredit saja, tetap juga kemudahan mendapatkan pinjaman tunai secara online. Pinjaman Mini misalnya untuk mengajukan pinjaman mulai dari Rp500ribu atau Pinjaman Jumbo mulai dari Rp1 juta.

Kredivo punya dua metode pembayaran. Bisa dibayar dalam waktu 30 hari tanpa bunga dengan maksimal pembelanjaan sampai dengan Rp3 juta atau pembayaran cicilan dengan bunga rendah hanya 2,95% saja perbulan. Tenornya mulai dari 3,6 sampai dengan 12 bulan.

Kredit limit yang diberikan Kredivo juga meningkat yang tadinya hanya Rp20 juta, kini kamu bisa mendapatkan kredit limit sampai dengan Rp30 juta.

Kemudahan layanan dari Kredivo juga membantu kamu membayar banyak tagihan dengan satu aplikasi dari Kredivo. Kamu bisa membayar tagihan listrik, air, telepon hingga membeli pulsa, token listrik dan tiket pesawat.  Inilah kemudahan yang diberikan Kredivo.



30 comments:

  1. saya juga kepikiran nih, di desa saya ada industri kecil makanan..kayanya bisa tuh dijadikan desa wisata kuliner

    ReplyDelete
  2. Kalau saya tertarik sama makanan khas desa dan sayuran organik mbak. Menonjolkan kearifan lokal banget. Dengan bantuan transportasi yang handal dan tambahan pemasaran online pun maka usaha ini pasti melejit.

    ReplyDelete
  3. Aku pernah pake kredivo ini mba. Dan mudah banget. Kalo niatnya utk pulang kampung dan usaha di kampung paling mudah yaa jualan makanan mba. Apalagi di desa ku ini banyak sekali yang pulang dr kota dia usaha jualan makanan ringan di desa

    ReplyDelete
  4. saya pernah ke desa penghasil sayuran dan girang banget ngeliat dimana2 murah. Akhirnya pulang bawa berkilo-kilo sayur mentah ((zaman gak takut bagasi pesawat berbayar))

    ReplyDelete
  5. Desa itu sebenarnya surga dan primadona tersembunyi. Saat ini banyak orang migrasi meninggalkan desa. Padahal bila bisa dioptimalkan kita bisa menjadi manusia yang maju sekalipun tinggal di desa.

    ReplyDelete
  6. Kuliner dan wisata desa adalah tempat yang paling banyak dicari oleh turis baik manca negara maupun domestik. Apalagi sekarang banyak vlogger, blogger dan instagramers yang selalu cari konten untuk direview.Jadi inshallah 2 jenis usaha itu banyak yang cari.

    ReplyDelete
  7. Banyak bangeeet ya pilihan bisnis yang bisaaa dikembangkan di desa..dan aku yakin bantuan untuk pengembangannya juga banyak

    ReplyDelete
  8. banyak peluang ide ya untuk memajukan potensi desa. kalau sudah maju seluruh warga turut menikmati keberhasilannya :)

    ReplyDelete
  9. Model usaha seperti di atas sedang dikembangkan di kampung halamanku. Lumayan sih, selain membuka lapangan kerja baru, usaha seperti ini sangat membantu menggaungkan nama desa. Sehingga banyak tempat yang dulunya dikenal pun enggak. Ehhh ,sekarang malah dicari

    ReplyDelete
  10. Klo di desa potensinya bisa dikembangkan lagi ya mba, asal tepat dan pemberdayaannya menguntungkan masyarakat desa tsb. Makin canggih aja dan mudah berwirausaha untuk mereka.aku jadi inget petualangan Sherina klo gini hehe

    ReplyDelete
  11. Kalau di desa saya sekarang sedang mengembangkan Kopi Purbalingga. Sampai dibuat festival kopi. Dan Alhamdulillah dari itu, banyak petani kopi lokal yg berani membranding kopi untuk dijual.
    Dan mereka juga mempromosikannya di media sosial.


    Hmm, kredit gadget tanpa kartu kredit, kayaknya bisa membantu siapa saja nih. Jadi enggak bingung ya sekarang, apalagu sudah ada aplikasinya di Playstore. Makin gampang aja.

    ReplyDelete
  12. Sekarang tuh emang harus pinter-pinter nyari peluang sih ya, jangan cuma mengandalkan aja yang ada. Hehehhehe

    ReplyDelete
  13. Pernah tinggal di desa dan itu pas jualan makanan khas desa tapi gak laku karena orang lagi paceklik hahha sedih ingat zaman itu

    ReplyDelete
  14. Desa wisata nih potensial banget soalnya lagi banyak yang mengusahakan. Pengunjungpun lebih suka wisata alam sekarang. bisa menikmati kehidupan dan bermain langsung dengan lingkungan dan adat

    ReplyDelete
  15. Jual makanan khas desa dan desa wisata itu kayanya menarik banget deh, jarang ada yang bisa buat

    ReplyDelete
  16. cita2ku yg belum kesampaian pengin bisa tinggal di desa, entah di pekalongan (kampung keluarga besar ibuku), garut (kampung bapakku) atau lampung tempat keluarga besar mertua .... tapi suami belum berani pindah ke luar jakarta, alasannya klasik, mau ngapain hidup di desa ? mau kerja apa ? hehehehe dari tulisan ini, jadi tau kudu ngapain termasuk untuk mendapatan bantuan modal

    ReplyDelete
  17. Saya nambahin: Buka jasa kurir macam JNE atau Tiki gitu. Orang di desa juga pasti perlu berkirim barang.

    ReplyDelete
  18. Jaman digital seperti saat ini memang membantu kehidupan masyarakat di kampung. Namun, masih ada beberapa desa yang kesulitan signal, seperti di kampungku. Jadi, tidak bisa jualan online. Dan belum ke cover Kredivo.

    ReplyDelete
  19. hwaaa.... ini impianku banget mbak balik deso mbangun deso (eaaaa..macam slogan politik aja). apalagi di daerah asalku sudah ada contoh2 nyata mereka2 yg berhasil membangun desa. dan sekarang berbagai fasilitas pun dimudahkan seperti kredivo ini. mudah2an suatu hari punya keberanian dan kesempatan utk membuat impian jd nyata. tFs mbak khairiah

    ReplyDelete
  20. Iya sih, bergantung kitanya aja, mau gerak atau enggak untuk memanfaatkan peluang. Apalagi kalau di desa, peluangnya tersebar merata di depan mata

    ReplyDelete
  21. Layanan Kredivo di Kalimantan blm ada ya. Potensi wisata di sini sbnrnya bs dikembangkan dg modal yg cukup. Sejauh ini wirausaha yg paling bisa dijalankan warga adalah berjualan makanan.

    ReplyDelete
  22. Desa wisata skrg lagi ngetred banget kalo dikelola bisa meningkatkan perekonomian dan anak mudanya bakal balik kampung

    ReplyDelete
  23. Setuju banget. Di Jepara ada desa wisata tapi agak jauh dari kota. Yang dijual kopi asli sana. Sekarang ini belum budidaya sayuran sih

    ReplyDelete
  24. Bahaya gak yaa...kalau pinjam melalui pinjaman online begini...?
    Belum pernah melihat langsung orang yang menggunakan hanya baca-baca beberapa berita di media online.

    ReplyDelete
  25. Sekarang kan ada dana desa mbak, bisa dimanfaatkan untuk menjadikan desa tersebut memiliki prukades, produk unggulan desa.

    ReplyDelete
  26. Kuliner khas desa itu sebenarnya bisa bertahan lama. Soalnya urusan rasa itu sifatnya melankolis hehehehe

    ReplyDelete
  27. Enaknya lg jaman sekarang bisa jualan online ya jd jarak n tempat bukan lgi halangan untuk wirausaha .

    ReplyDelete
  28. Dea wisata nih yg kayaknya lg marak. Org kota biasanya suka, mulai dr nginep2 gtu di sana, berkebun, main di sawah, mandiin sapi dll :D
    Kyknya dah sepaket bisa jual makanan, kerajinan, minuman khas desa kalau dah masuk desa wisata :D

    ReplyDelete
  29. setuju Mak!

    Desa itu sebenarnya punya potensi usaha yang lebih besar dibanding kota. Makanya, seharusnya kita berpikir untuk kembali ke desa bukan hijrah ke kota. Dengan begitu desa-desa akan lebih maju dan mampu berkontribusi untuk perekonomian nasional*

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal