Saturday, 4 January 2020

Aksi Nyata Freeport Untuk Papua Lebih Baik


Kalau dengar kata Papua yang terlintas di kepalaku langsung  emas  yang berada di Mimika salah satu kabupaten di Papua, tepatnya di kecamatan Tembagapura  yang merupakan lokasi tambang emas terbesar di dunia milik  Pt. Freeport Indonesia (PTFI) berada.

PT Freeport  Indonesia beroperasi di Papua sejak tahun 1973 dan  merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoran Copper & Gold Inc dan PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) (Inalum).

Freeport saat ini memiliki tambang tembaga dan emas bawah tanah terbesar di dunia, yang terus dikembangkan. Tambang bawah tanah ini bisa menghasilkan 3 juta ton konsentrat per tahun atau 240 kg lebih emas per hari dari Papua dalam konsentrat atau pasir hasil olah batu tambang.

Wow banget kan, terus dengan keuntungan sebesar itu ada nggak yaa kontribusi Pt. Freeport Indonesia  untuk Papua?
Tenang-tenang pemirsa jangan nyinyir dulu, jangan baper dulu, jangan terbawa emosi akibat tidak tuntas membaca informasi.

Berdasarkan laporan  lembar fakta Inalum, Pt. Freeport Indonesia sejak tahun 1992 hingga 2017 telah memberikan kontribusi untuk Negara dalam bentuk royalty, pajak, dividen dan pungutan lainnya sebesar US$ 17,3 miliar.

Yuk kita kupas lebih dalam lagi kontribusi Freeport untuk Papua
Terdapat 4 Bidang kontribusi Freeport Indonesia untuk papua
1.    Bidang kesehatan
2.    Bidang Pendidikan
3.    Bidang Ekonomi
4.    Bidang Infrakstruktur

Dengan sasarannya PTFI terlebih dahulu melayani masyarakat yang menerima dampak paling besar operasi-operasinya 1) wilayah area kontrak karyanya, 2) Kabupaten Mimika, 3) Propinsi Papua dan terakhir 4) Indonesia.

1. Bidang Kesehatan
Fasilitas dan pelayanan kesehatan yang masih sangat terbatas mendorong PTFI dan LPMAK membangun Rumah sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) di dataran tinggi, untuk membantu meningkatkan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
   Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dioperasikan oleh Yayasan Caritas Timika Papua (YCPT) dan dilengkapi dengan peralatan penunjang medis yang canggih untuk mendukung pelayanannya.

   Rumah sakit yang dibuka pada bulan Agustus 1999 merupakan rumah sakit tipe C yang menyediakan pelayanan empat spesialistik (bedah, penyakit dalam, kebidanan dan anak) serta kunjungan regular.
  

   Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) RSWB merupakan rumah sakit tipe D yang  mulai beroperasi sejak 2001 dan melayani masyarakat di wilayah dataran tinggi, RSWB  juga merupakan rumah sakit pertama di Papua yang mendapatkan akreditasi dari Kementrian Kesehatan pada tahun 2008.

  RSMM juga mendapatkan akreditasi untuk lima pelayanannya: Administrasi dan Manajemen,Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Gawat Darurat, Keperawatan dan rekam medis.

  Pengelolaan rumah sakit ini dijalankan oleh International SOS, sebuah perusahaan internasional yang memiliki pengalaman professional dalam bidang kesehatan.
   
     Klinik
    Agar seluruh lapisan masyarakat dapat terpenuhi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, PTFI dan LPMAK mensponsori beberapa klinik yang ada di Mimika. Klinik-klinik tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti: SP IX, SP XII, Nayaro dan Pomako. Seluruh klinik tersebut dikelola oleh CPHMC (sebagai salah satu section dari departemen SLD/CR).

     Program Kesehatan Masyarakat
  Untuk meningkatkan kualitas kesehatan PTFI melalui departemen CPHMC melakukan promosi dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat melalui diskusi kesehatan, sesi kelompok  dan program berbasis kampung.

   Program  yang dilakukan CPHMC dan LPMAK berfokus pada kesehatan ibu dan anak, pengedalian malaria, pengendalian HIV&AIDS, Pengendalian TB dan air bersih dan sanitasi. Seluruh program kesehatan didukung dengan program survey dan pengawasan dari tenaga kesehatan yang berpengalaman.


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal