Saturday, 12 December 2020

Dampak Jangka Panjang Virus Corona pada Tubuh

Penyakit Covid 19 saat memang menjadi  sesuatu yang sangat menakutkan bagi masyarakat seluruh dunia. Saat ini di dunia sendiri tercatat setidaknya sudah ada sekitar 1 juta orang yang positif terjangkit virus Corona tersebut, dengan angka kematian yang tak main-main lebih dari 50 ribu orang.

Persebarannya berlangsung begitu cepat bahkan diperkirakan ini belum mencapai masa puncaknya.  Ditambah lagi dengan fakta belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasinya.

Bahkan dampak virus corona sendiri pada tubuh  diklaim akan mempunyai efek dampak jangka panjang, bahkan setelah fase pemulihan.

Dampak virus corona pada tubuh dalam jangka panjang, mengutip dari berbagai sumber diantaranya

Kerusakan organ

Ada beberapa organ yang terpengaruh oleh Covid-19. Pertama adalah jantung, kedua paru-paru dan ketiga otak.

Tes pencitraan yang dilakukan berbulan-bulan setelah pemulihan menunjukkan adanya kerusakan permanen permanen pada otot jantung, bahkan pada penyintas Covid-19 bergejala ringan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung di masa mendatang.

Organ tubuh yang alami efek jangka panjang akibat COVID-19. (Foto ilustrasi: AP Photo/Rodrigo Abd)

Masalah pneumonia menyebabkan masalah pernafasan jangka panjang. Selanjutnya kerusakan otak juga dapat menyebabkan stroke, kejang, dan sindrom Guillain-Barre. Selain itu, Covid-19 juga dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson dan  Alzheimer.

Masalah Pembuluh Darah

Covid-19 dapat melemahkan pembuluh darah  dan membuat sel darah lebih cenderung mengumpal, yang berakibat masalah jangka panjang pada hati dan ginjal.

Masalah psikologis

Pasien Covid-19 dengan kondisi yang parah sering kali harus menjalani perawatan intensif dengan bantuan ventilator yang menimbulkan trauma dan masalah psikologis.

Wanita lebih rentan mengalami tekanan psikologis dibanding pria. Banyak penyintas Covid-19 yang mengalami gangguan stress pascatrauma (PTSD), serta mengalami insomnia, depresi, kecemasan bahkan gangguan obsesif-kompulsif.

Kelelahan kronis

Penelitian menunjukkan hampir 60 persen pasien yang telah pulih dari Covid-19 mengalami kelelahan kronis beberapa pekan  setelah pemulihan.

Begitu besar dampak yang disebabkan oleh covid-19,  Pemerintah tentu saja tidak tidak tinggal diam, berbagai cara dilakukan pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus corona, salah satunya  melalui pengadaan vaksin COVID-19, dengan harapan pandemi ini segera berlalu.

Salah satu vaksin corona yang sedang di uji klinis di Indonesia adalah Vaksin Sinochem atau nama lainnya CoronaVax  merupakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi di China. Hingga 21 Oktober, pemberian dosis pertama pada 1.620 sukarelawan dalam uji klinis fase III telah selesai. Sementara itu, lebih dari 1.074 sukarelawan telah mendapatkan vaksin Sinovac dosis kedua.

Dalam proses pembuatan vaksin, uji klinis fase III juga disebut uji klinis kritis tahap akhir. Di tahap ini, para ahli akan memberikan vaksin pada ribuan orang, lalu menentukan apakah vaksin ini dapat melindungi tubuh dari SARS-CoV-2. 

Bagaimana Menentukan Vaksin Sinovac Ini bekerja Secara Efektif

Untuk menentukan Vaksin Sinovac ini berhasil atau tidak, maka setidaknya harus melindungi sebanyak 50 persen orang yang sudah divaksinasi sehingga dapat disimpulkan bahwa vaksin ini bekerja secara efektif. Selain itu, para ahli melihat apakah ada efek samping yang ditimbukan terhadap pasien yang diberikan vaksin.

Jika nanti uji klinis fase III rampung maka Vaksin Sinovac ini akan diberlakukan di Indonesia. Setelah uji fase III kemudian Bio Farma akan segera mengajukan hasilnya pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengajuan ini bertujuan untuk mendapatkan izin terkait penggunaan darurat vaksin.

Apabila vaksin Sinovac telah tersedia di Indonesia maka lebih kurang 340 juta dosis atau 170 juta orang akan mendapatkan prioritas vaksin pada tahun 2021 nanti. Perkiraan, apabila 2 dosis vaksin per oraang maka ada 340 juta dosis vaksin yang akan tersedia. Tentunya vaksin ini akan diusahakan dapat menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia.


Ingin tau lebih banyak info terupdate mengenai  vaksin, masalah kesehatan  pantengin terus aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa konsultasi langsung dengan dokter yang ada di Halodoc kapapun dan dimanapun.

Tetap jaga kesehatan, lakukan social distancing dan biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

 

 





No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal