Sunday, 31 October 2021

Creative Art Series Faber Castell Melatih Soft Skill Yang diperlukan di Abad Digital

 

Parenting adalah sebuah seni, jadi tidak ada patokan khusus seperti apa karena setiap anak berbeda maka pendekatannya berbeda-beda juga.Parenting kita harus belajar secara berkelanjutan, karena setiap anak itu berkembang jadi pendekatannya pun akan beragam.

Kalimat pembuka dari Yohana Theresia, M.Psi., Psikolog dari Yayasan Heart of People.id dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada Sabtu, 25 September 2021 yang lalu terus terkenang di kepalaku.

Diawali dengan pertanyaan  pembuka dari Mas Andri yang bertanya, kondisi saat ini, kondisi pandemi yang hampir berjalan 2 tahun apakah benar hanya berdampak  pada orang tua saja?


Kemudian kami bersama-sama melihat video mengenai  dampak pandemi yang dirasakan oleh anak di luar negeri. Ternyata bisa dikatakan bahwa anak adalah korban terselubung dari adanya covid-19. Hanya saja banyak orangtua yang berpikir anak tidak mungkinlah terpapar stres, kegiatan anak hanya bermain, belajar apalagi yang harus dibuat stress.

Sedangkan kita orang dewasa banyak sekali hal yang kita harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita. Secara ekonomi kita harus fighting untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tapi kenyataannya dari video yang kami lihat ternyata anak-anak itu terpapar stres contohnya Samatha yang katanya anak energik, punya energi besar terlihat periang, tapi ketika pandemi Samatha berubah. Dia menjadi frustasi karena harus belajar melalui online learning, bertemu teman-teman melalui zoom.

Bagaimana di Indonesia?

Ternyata  berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Soetikno, Agustina, Verauli, dan Tirta (2020) ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stres di kala pandemi saat ini.






Beberapa masalah yang timbul antara lain anak menarik diri dari keramaian (withdrawal) tidak mau bersosialisasi sama sekali, lalu cemas, depresi, punya masalah sosial, tidak mau berbicara dengan orang, ada problem di area berpikir, atensi.

Ada juga masalah agresi, jadi anaknya cenderung sensitif, suka marah-marah jadi terkesan membangkang pada orang tua. Aku langsung kebayang anak-anakku sendiri ketika mbak Yohana bilang begitu, mungkinkah anak-anakku lagi stres karena pandemi?

Ternyata selama pandemi mbak Yohana mendapat banyak keluhan dari orangtua yang mengeluhkan perubahan perilaku pada anak-anaknya selama pandemi ini.

Hal ini bisa terjadi karena ruang gerak yang terbatas. Kita sama-sama tau ketika pandemi sejak pandemi ingin keluar rumah saja membutuhkan  pertimbangan yang panjang sekali, memakai mengingat resiko yang harus dihadapi, padahal anak-anak sedang membutuhkan ruang gerak yang bebas untuk mengasah ketrampilan-ketrampilan dalam dirinya. Apalagi anak-anak usia dini mereka membutuhkan ruang gerak yang bebas.

Anak-anak usia dini memang harus  loncat-loncat, lari-lari, bukan hanya duduk diam, mereka  perlu untuk bermain bebas untuk mengembangkan dirinya secara kognitif tentunya dan sosial skillnya juga perlu diasah.  Dengan keluar bertemu banyak orang, anak belajar berinteraksi dengan orang lain.

Apa yang terjadi selama pandemi?

Selama pandemi anak-anak harus dikurung  di rumah, mereka dipaksa untuk stay at home. Tidak hanya anak-anak kita orang tua juga dipaksa untuk stay at home. Alhasil tidak saja ibu dan ayahnya saja yang kurang piknik, ternyata tidak hanya orang dewasa yang butuh piknik, anak-anak kita juga, sehingga terjadilah perubahan perilaku.




Yang kedua sulitnya mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Seperti kita ketahui saat ini pendidikan yang berkualitas. Seperti kita ketahui saat ini metode pembelajaran yang paling mungkin  untuk dijalankan adalah online learning/sekolah online lewat zoom.

Tentu ini merupakan suatu tantangan yang tidak mudah dilewati oleh banyak orang, masih banyak orang tua dan anak yang kewalahan karena tidak bisa menghadapi online learning.

Berinteraksinya harus melalui internet yang meningkatkan resiko anak tidak benar-benar paham pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Mbak Yohana kemudian memberikan contoh ketika zoom meeting tiba-tiba jaringan internet terputus, anak sedang focus belajar hilang suara gurunya, mengangkat tangan tapi tidak ditanggapi oleh gurunya.

Itu bisa membuat anak akan semakin frustasi karena keterbatasan metode ajar di sekolah tidak mendapatkan pendidikan yang memadai yang bisa memuaskan  rasa keingintahuan anak, orang tuanya juga sibuk  dengan masalah mereka masing-masing, sehingga anak semakin frustasi karena dia merasa tidak mendapatkan support optimal dari orang-orang di rumah.

Guru terbatas, orang tua di rumah juga terbatas tidak bisa membantu secara optimal. Hal ini membuat kondisi psikologis anak menjadi sedikit tidak stabil.

Akhirnya muncullah berbagai persoalan baru di rumah. Masalah emosi, masalah perilaku, dsb. Ini seperti lingkaran setan. Anak frustasi, orangtua  juga  sudah dengan kesibukkan dan masalahnya sendiri. Akhirnya anak frustasi  semakin berulah dalam tanda petik.

Akhirnya  kita cari solusi yang sakti berupa gadget dijadikan pilihan terbaik karena menawarkan “win-win solution” dengan gadget anaknya jadi tenang, ibunya juga senang. Anak tenang, ibu bisa tenang mengerjakan tugas rumah, semua pekerjaan terselesaikan. (Ya Allah aku banget neh kaya gini…)

Kemudian muncul keluhan anak saya kecanduan gadget bagaimana solusinya?

Sebelum membahas  dampak negatife dari gadget sebaiknya kita membahas dampak positif dari gadget  diantaranya. Anak belajar banyak hal melalui gadget, ia bisa mencari banyak informasi melalui gadget, ia bisa mengasah kemampuan berpikir dan kreatifnya melalui gadget seperti main game dan lain-lain dan pastinya mereka mendapat hiburan dari gadget.

Efek samping pengunaan gadget yang sangat berbahaya






Menurut penelitian, anak yang terpapar gadget memiliki resiko besar  mengalami permasalahan fisik yaitu anak-anak bermasalah pada area matanya. Masalah postur tubuh terutama  area otot leher dan otot belakang. Coba perhatikan ketika anak main game posisinya nunduk terus, kalau tidak posisi tiduran, ternyata ini tidak bagus untuk tulang belakang si kecil. Berdasarkan penelitian memang terbukti anak-anak yang terpapar gadget secara berlebih memiliki masalah di area ini.

Yang kedua  terutama anak usia dini yang terpapar gadget secara berlebihan akan beresiko mengalami terlambat bicara atau speech delay.

Banyak orang yang merasa kok anaknya belum ngomong padahal umurnya sudah 2 tahun, kok ngomongnya irit banget,  Anak usia dini yang terpapar gadget dia akan lebih tertarik dan focus pada visualnya warna-warni, gambarnya  bergerak cepat, mereka lebih focus ke situ sehingga kurang kemampuan bicaranya.

Untuk menyeimbangkan kemampuan bicara anak, kita perlu mengembangkan kemampuan mendengar. Anak belajar bicara melalui mendengar, apa-jika dia focus pada visual dia tidak mendengar, dia tidak belajar apa-apa.

 Masalah atensi dan konsentrasi

Banyak orang tua yang malah menyangkal, anak saya main gadget tapi prestasinya bagus kok. Permasalahan ini bisa tidak terjadi pada saat ini tapi efek jangka panjang. Terus nonton, nonton terus akhirnya rusaklah bagian otak anak, dan ini bisa mempengaeruhi masalah atensi dan konsentrasi anak.

Biasanya ini terjadi 5 tahun dari sekarang, anak yang memiliki masalah dengan atensi dan konsentrasi akan mempengaruhi juga performanya di sekolah.

Masalah pada executive function

Execute function  merupakan sekumpulan ketrampilan kognitif yang memungkinkan anak berpikir kritis seperti membuat rencana, memungkinkan anak untuk mengerjakan perintah sekaligus juga dapat mempengaruhi focus anak jika rusak.

Gadget dan masalah perilaku

Jadi keingat pengalaman sendiri rasanya kalau keluar rumah, tanpa bawa gadget itu jadi resah, takut, cemas, rasanya seperti mati gaya kalau nggak ada hape. Ternyata eh ternyata itu ciri kita kecanduan dengan gadget, main sosmed.

Ketika anak sudah kecanduan  gadget kemudian anak menangis, marah bahkan menjadi tantrum, dan anak menjadi sangat-sangat sensitive jika tidak ada gadget.

Gadget perusak antara kualitas kelekatan orang tua ke anak

Namun meskipun demikian, kita tidak boleh betul-betul menutup akses anak ke gadget, karena akan menimbulkan masalah baru, misalnya anak bisa jadi korban bully temannya karena kurang update game atau aplikasi.

Jadi manfaatkanlah gadget secara bijaksana dan sesuaikan pengunaannya sesuai rekomendasi usia anak.   Salah satu cara cara agar anak terlepas dari gadget adalah memberikan kegiatan penganti subsitusi dari gadget itu apa, misal ketika main gadget anak kita ajak bermain art and craft atau kegiatan lain yang bisa membuat anak bahagia.




Digitalisasi berdampak pada manusia, perlukah merasa khawatir?

Begitu banyak robot yang pintar-pintar, jenis pekerjaan yang repetitifi yang begitu- begitu saja, bisa digantikan oleh robot, seperti zaman sekarang ibu-ibu menggunakan robot untuk menyapu.

Apakah robot bisa mengancam eksitensi kita sebagai manusia?

Jika melihat fakta menurunnya kualitas manusia terutama saat pandemic dimana anak-anak kita kurang mendapat edukasi yang memadai, ditambah paparan gadget yang berlebih yang bisa menurunkan kualitas sebagian besar manusia.  Ditambah lagi dengan meningkatnya teknologi sangat mungkin tenaga manusia itu dikemudian hari akan tergantikan oleh manusia atau robot.


Robot vs manusia




Sesungguhnya nanti kita bukan berlomba-lomba mempertahankan pekerjaan kita dengan robot, tapi kita sedang berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang inovatif dengan para pembuat robot yang notabene adalah manusia.

Kita bukan perlu khawatir dengan kemajuan teknologi itu sendiri tapi kita perlu menantang diri kita untuk menjadi lebih baik lagi di era digital ini dengan cara being creative.

Being creative is a way of lifejadi kita memang dituntut untuk menjadi kreatif hidup di era digital, sudah tidak zaman lagi anak rangking terus tapi juga perlu untuk berpikir kreatif  dan inovasi dengan perkembangan zaman yang ada.

Sebagai contoh nasib para professional seperti dokter, psikolog di era digital ini. Modal kepintaran saja ternyata tidak cukup. Di era digital ini defenisi dokter yang hebat bukan dokter yang prakteknya dimana-mana, tapi dokter yang eksis dan followernya dimana-mana jadi kita dituntut untuk  bisa menjual diri/ mengemas diri kita sekreaktif mungkin  jadi tampil menarik.

Sehingga bisa menarik  banyak orang dan mengedukasi banyak orang dengan cara yang tentunya kreatif.

Kreativitas  itu sendiri merupakan kemampuan  untuk memproduksi atau mengembangkan suatu karya asli, ide, teknik atau pemikiran.

Lalu siapakah orang-orang yang kreatif?

Sikreatif ini adalah orang-orang yang mampu memaknai maslah dengan cara yang unik.

berani mengambil resiko, menyajikan ide yang berbeda, tahan banting dalam menghadapi berbagai masalah.

Creativity are teachable and can be ingrained in children through activity in everyday life

Sebenarnya kreativitas itu ternyata sesuatu hal yang dapat dipelajari dan ditanamkan pada anak melalui kegiatan sehari-hari. Jadi nggak ada cerita orang bilang aku nggak kreatif. Mungkin bukan nggak kreatif hanya tidak dapat kesempatan untuk mengembangkan kreatifitasnya.

Beberapa tips bagi orang tua untuk membantu agar anak mampu mengembangkan kreativitas dalam dirinya.

Menghargai  proses belajar

Setiap hal baik selalu membutuhkan waktu tidak ada yang instan, jadi jika kita berfokus pada hasil akhir itu tidak akan membantu anak. Anak belajar berpikir kratif jika akan diberikan cukup waktu untuk menyelesaikan masalahnya.

Mempersiapkan ruang khusus bagi anak-anak untuk eksplorasi dan bereksperimen

Memberi kebebasan pada anak. Ada saatnya kita memberikan arahan, tapi ada saatnya kita membebaskan anak untuk mengeksplore sesuatu.

Terlalu banyak campur tangan orang tua ketika anak mengerjakan sesuatu semakin itu mebuat anak tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kreatifitasnya.

Menjadi contoh nyata “orang kreatif”

Memberikan berbagai sudut pandang dengan memperkaya pengetahuan anak.

Jadilah orang tua suportif  dan jangan lupa mengapreasiasi usaha anak.



Aktivitas-aktivitas yang secara riset dapat membangun kreatif si kecil.

Alternate uses task (ini seperti kegiatan brainstorming. Jadi kita bisa mengemas permainan ini dalam aktivitas sederhana. Misalnya bermain tebak-tebakan manfaat suatu benda, misal pensil ternyata bisa dipakai untuk ikat rambut juga.

Guided Fanstasy dilatih sejak dini dengan membacakan buku cerita.

Open ended toys, contohnya permainan lego yang menawarkan berbagai macam cara bermain, anak bisa membangun berbagai bentuk bangunan dan objek sesuai dengan imajinasinya atau kategori warna

Exposure to Art Activities

Yang ini nggak usah diragukan lagi bisa membangun kreativitas dengan mengajak anak mengerjakan seni seperti melukis, menggambar, membuat patung. Salah satu aktivitas  yang menarik bagi anak adalah ini creative art series dari Faber castell yang merupakan salah satu kegiatan penganti gadget yang sangat menarik disini.

Kegiatan baru di masa pandemi, melatih kemampuan motorik halus, perlu diingat bukan hanya anak uia dini yang perlu dilatih motorik halusnya, tapi juga anak usia sekolah. Dapat dilihat dari tulisannya yang susah terbaca seperti tulisan dokter atau cakar bebek, itu cerminan bahwa anak punya masalah di motorik halusnya.


Dengan creative art series anak bisa belajar mengontrol tangan contohnya: dikasih color acrylic color, dikasih bubuknya kemudian mengecat bagian jam kreativitas ya.

Mengontrol tenaga atau kekuatan tangan dengan melepas bagian-bagian yang ada di creative art series. Mengasah kreativitas dengan menyediakan satu lembar hitam yang kosong yang bisa digunakan untuk mengembangkan imajinasi anak. Misal anak tidak mau menggambar gajah dia bisa mengantinya dengan gambar binatang lainnya seperti jerapah misalnya.

Jadi zaman sekarang jangan memaksa anak untuk menulis indah terlalu banyak karena anak akan bosan. Dengan membuat sesuatu yang berharga yang bermanfaat dalam kehidupannya seperti jam dapat meningkatkan self esteem dan self confidence si kecil.

Melibatkan orang tua dalam merangkai creative art series dapat meningkatkan kelengkatan orang tua dan anak. Anak juga bisa mengekspresikan emosi.

Creative Art Series

Sementara itu, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, Harsyal Rosidi mengatakan bahwa Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama.

Produk ini dikembangkan  dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemi menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama.

 


Adapun Creative Art Series 2 terdiri atas 4 (empat) produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi sebelumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art.

 

Hasyal juga mengatakan bahwa didalam setiap kemasan Creative Art Series Faber-Castell juga disertai voucher untuk bisa mengikuti workshop yang diadakan secara daring oleh Faber-Castell.

Saat ini Creative Art Series Faber-Castell tersedia secara eksklusif melalui official store Faber-Castell yang ada diTokopedia dan juga Shopee.

Kesan yang kudapat setelah mengikuti webinar Soft Skill Yang diperlukan di  Abad Digital

abaikan hasil akhirku yang kurang rapi, yang penting hati happy 

Benar-benar webinar yang menarik, materinya daging banget, aku banyak merenung ketika mbak Yohana memaparkan materinya, oh ternyata anakku tantrum karena stres disebabkan pandemi. Memberi gadget bukan solusi, tapi menghentikan gadget secara total juga bisa menimbulkan masalah baru, oleh karenanya gunakan gadget secara bijaksana, jika ingin anak terlepas dari gadget berikan kegiatan pengganti gadget yang menyenangkan.


 


Dan aku juga sangat menikmati ketika membuat kreasi creative art series Faber castell, sangat menyenangkan, menghibur, ilangin stres dan aku bangga dengan hasil yang aku buat walau nggak rapi karena sempat ilang kuas, dilihat berkali-kali dalam kotak nggak ada, eh pas hampir siap dilihat ke kotak sekali lagi ada tuh kuas, udah terlanjur pake tangan, tapi ngerapihin juga pake kuas akhirnya.


Selanjutnya Faber castell bakal bikin inovasi apalagi yaa, sangat tertarik deh ikut webinar Faber castell lainnya yakin banget deh materinya pasti sangat bermanfaat di kehidupan sehari-hari.

A little reminder

Being creative is important, but it is not the only thing we need to have to be success in our future life.

 

 


58 comments:

  1. Yang menjadi para pemenang kehidupan masa kini adalah orang-orang yang kreatif ya mbak. Maka penting banget menggali potensi untuk menjadi orang yang kreatif.

    Keren banget nih produk Creative Art Series dari faber Castell

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan kreatif ini harus kita asah sejak dini ya. Sehingga ide ide anak bermunculan, tidak hanya terpaku pada gadget yang dipelototi sekian lama.

      Delete
  2. untuk orang dewasa, bisa juga kali ya mbak beli ini. secara untuk self healing biar gak stresss..

    ReplyDelete
  3. yessss, keberadaan gadget ini emang bener-bener mengubah pola perilaku dan kebiasan kita ya termasuk anak-anak, makanya harus banget bijak nih penggunaan dan percontohannya ke anak. Nah itu, soal kreativitas emang perlu banget terus diasah dan dipacu yaa, bisa dengan alat-alat bantu kaya faber castell creative art series ini, biar imajinasi dan kreativitas anak juga bisa terus ditingkatkan

    ReplyDelete
  4. Sepertinya memang masalah penggunaan zat-zat ini adalah masalah umum di banyak keluarga. Bukan hanya kondisi yang mendukung tetapi cara kerja juga dari orangtuanya yang mengarah ke sana. Menarik jadinya kalau seandainya program dari faber-castell ini berkelanjutan agar terus bisa memunculkan daya kreatif dan inovatif dari si anak.

    ReplyDelete
  5. Anak masih bisa berkreasi dan gak main gadget melulu adalah kebahagiaan tersendiri itu buat seorang ibu. Apalagi saat pandemi anak juga memiliki beban dan tekanan sebenarnya ya...

    ReplyDelete
  6. Karena belum berumah tangga dan cuma ditemani kucing, boleh kali ya ikutan asah kreatifitas gini bareng Faber Castell, sembari nostalgia masa bocah haha

    ReplyDelete
  7. Dengan creative art series, anak jadi lebih terfokus berkarya ya intinya,

    tak hanya kontrol tangan (motorik) tapi juga mengontrol tenaga atau kekuatan pikirannya dengan menyediakan satu lembar hitam yang kosong yang bisa digunakan untuk mengembangkan imajinasi anak

    ReplyDelete
  8. Ini mahh kesukaanku sejak sekolah. warnanya menyala bangett dan bikin goodmodd eaa. Jadi kangen masa2 sempet gambar dan mewarna sblm punya anak hahaha

    ReplyDelete
  9. aku suka nih mbaa faber castell, sekarang pun kalau belikan anak2 ya faber castell karena selain memang warnanya bagus, dia udah certified pakai kayu yang ramah lingkungan, jadi lebih jelas juga asal usul bahan2nya

    ReplyDelete
  10. Ini bukan hanya anak-anak aja yang suka dengan creative faber Castell, tapi kita yang dewasa pun senang, karena memang membuat jadi lebih kreatif

    ReplyDelete
  11. Di masa pandemi seperti ini, yg bertahan memang mereka yang kreatif.
    Salut dengan faber Castell yang mengajak orangtua untuk menggali kreativitas anak sedari kecil.

    ReplyDelete
  12. Terasa betul Mbak dampak pandemi terhadap anak-anak. Mereka bosan dan ingin mendapat hiburan, biasanya ketemu teman-teman eh sekarang di rumah aja akhirnya melirik gawai dengan online gaming terus. Intinya ortu yang kudu ketat dan kompromi dengan menyepakati screen time. Bagus lagi kalau diimbangi dengan aktivitas kreatif menggunakan Creative Art Series dari Faber-Castell. Anakku yang suka gambar bakalan suka nih dengan inovasi pabrikan Jerman ini. Keren!

    ReplyDelete
  13. Bukan main dampak pandemi bagi keluarga, khususnya buat anak-anak. Di dalam rumah salah, di luar rumah bahaya. Ya udahlah kadang nyerah aja anak-anak bermain sebentar di luar. Tapi Faber Casstel ga nyerah ya buat produk yang bisa ngasah kreativitas anak dan orang tua.

    ReplyDelete
  14. Saya suka dengan statement bahwa di abad digital ini nggak bisa hanya tergantung pada kepandaian. Saya yakin Mark Zuckerberg, Steve Jobs, Elon Musk adalah orang-orang selain pandai juga kreatif sampai bisa membangun teknologi dan brand yang mendunia. jadi PR sebagai orang tuaa adalah membantu mengasah kreativitas anak supaya bisa bersaing di abad digital.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya, saya juga merasakan dampak pandemi pada anak-anak. Anak saya yang pertama di tahun pertama pandemi jadi lebih agresif dan lebih suka mengurung diri di kamar. Alhamdulillah sekarang sudah membaik.

      Delete
    2. Kalau anak saudaraku jadi kecanduan game, Mbak. Sama Keponakan akhirnya ngasih aturan kalau main hp di kamar gak boleh dikunci. Jam sekolah kudu ditungguin juga

      Delete
  15. wah bener ya sapa tahu anak saya tantrum gara2 stres di rumah terus. kynya saya juga stres gara2 d rumah terus hehehehe jadi perlu aktivitas yang kreatif nih..

    ReplyDelete
  16. salut ya dengan upaya yang dilakukan oleh Faber Castle ini
    dengan ini, anak anak bisa tetap kreatif meski sedang pandemi

    ReplyDelete
  17. Gak terasa udah sebulan lebih ya acara ini digelar Faber Castell. Masih terbayang keseruannya membuat glowing in the dark night clock. Belepotan kuas dan cat, morat Marit lem yang nempel sama sini ... Wah seru abis. Hehehe

    ReplyDelete
  18. Keren banget inovasi dari fabel.castle jadi lebih mengajak anak-anak terasah soft skillnya. Artinya bisa mengurangi durasi bermain dengan gadget ini mbak.

    ReplyDelete
  19. Beneran deh masa pandemi bikin ruang gerak anak terbatas jadinya mager mulu dan kecanduan gadget. Makanya jutru penting banget mengasah soft skillnya yah, keren deh acara Fabel Castell ini.

    ReplyDelete
  20. Kreatif di segala aspek yaa. Pandemik ini beneran terpenjara deh anak2. Gadget lagi gadget lagi, sekolah dari rumah. Tantangannya terasa banget, ngos2an deh aku mba. Di rumah jg beli cat air kadang udah bosen, ngapain lagi ya. Gambar2 trus yaa ngemil 😄 asyik nih pake faber castell.
    Hasil karyanya apik mbaaa.. mau cek2 si faber castell coba ah 😍

    ReplyDelete
  21. Itu creative art seriesnya sudah satu paket belinya sama alat gambarnya faber castell ya mbak? Seru deh mengisi hari sama kegiatan prakarya. Jadi pengen coba sendiri di rumah bareng anak

    ReplyDelete
  22. Reminder banget nih karena selama ini ya ternyata gak cuma saya aja dan suami yang setres ngadepin pandemi, anak-anak pun merasakan hal yang sama.

    ReplyDelete
  23. Program dari Faber Castell ini selalu memberikan solusi dari permasalahan yang sering terjadi pada anak-anak, ya. Seperti dampak pandemi yang juga dirasakan oleh anak-anak, Faber Castell memberikan creative art series sebagai solusi mengatasi stres pada anak.

    ReplyDelete
  24. Wah ternyata ini produk Faber Castell yang diminta anakku, bagus banget nih bisa bantu mengasah kreativitasnya soalnya anak yang kreatif itu juga harus diasah dan didukung. Setuju banget kalau ilmu parenting itu berkelanjutan seiring dengan perkembangan usia anak.

    ReplyDelete
  25. iya ya, ternyata bukan orang dewasa saja yang berpotensi terkena stres di masa pandemi ini, anak-anak juga demikian. Dan pemberian gadget bukanlah solusi praktis yang sebaiknya di ambil.

    Creative art series nya faber castell ini menarik juga ya. Tapi baru bisa dibeli secara online ya mbak

    ReplyDelete
  26. Memang soh di era digital seperti ini, agak susah untuk mencegah anak anak untuk tidak akses gadget sama sekali
    yang penting ada batasannya ya mbak
    dan juga perlu dikasih altenatif kegiatan lain
    salah satunya ya creative art dari Faber Castle ini

    ReplyDelete
  27. Pandemi bikin orang stres, bukan hanya dewasa tapi anak juga. Makanya kudu pintar-pintar nyari solusi termasuk mengasah kreativitas biar gak gadget mulu. Creative Art Series ini menarik ya. Bukan hanya buat anak kayanya

    ReplyDelete
  28. Faber Castell ini produknya macem-macem yaa...beneran bisa mengasah kreativitas anak. Jadi mereka punya kegiatan positif, tidak hanya terpaku pada gadget

    ReplyDelete
  29. Ternyata anak-anak menjadi korban terselubung dari pandemi, aku baru tahu. Meski memang terlihat sih ada banyak masalah juga di mata mereka. Seperti signal internet yang terputus ketika sedang sekolah secara daring. Bersyukur ada Faber Castell dengan kegiatannya yang mengajak anak-anak bisa berkreasi dengan Creative art series

    ReplyDelete
  30. Bener juga sih emang selama pandemi ini anak-anak belajar lewat gadget, jadi makin bergantung aja sama gadget. Bagus nih idenha Faber Castell ajak anak makin kreatif ya.

    ReplyDelete
  31. Faber Castle selalu JUARA berinovasi terus menyesuaikan dengan kebutuhan jaman sekarang, dimana kreativitas anak2 sangat dibutuhkan banget dan di dukung oleh Creative arts series faber castle ini. ASik banget anak2 pun bisa explore lebih yaa.

    ReplyDelete
  32. Anak-anak memang super kreatif yaa..
    Dan menjadi orangtua harus memfasilitasi dengan fasilitas terbaik yakni Faber Castell set yang bisa mewujudkan ide-ide kreatif ananda di atas kertas atau media menggambar lainnya.

    ReplyDelete
  33. Anak-anak di sini juga sama Mak, terdampak banget oleh pandemi. Mereka bilang stress dan frustrasi karena belajar online terus. Kangen sekolah dll.

    ReplyDelete
  34. Keren-keren ya produk Creative Art Series dari Faber Castell ini. Anakku suka deh glowing in the dark clock-nya. Kepengen produk yang lainnya juga katanya. 😄

    ReplyDelete
  35. Memang benar, pandemi ini berdampak pada semua orang termasuk anak-anak. Setelah baca di awal artikel, anak-anak saya kayaknya juga mengalaminya. Orang tua harus extra sabar dalam pengasuhan dan pendampingan saat belajar online.

    ReplyDelete
  36. Senang juga sempat ikut event bersama Faber-Castell. Seru ya Mbak karena gak cuma webinar tapi dirangkaikan juga dengan workshop membuat Glow in the Dark Clock.

    ReplyDelete
  37. setuju, banyak banget manfaat pelajaran seni

    karena itu anak2 saya masukkan les menggambar sejak taman kanak-kanak

    dan sejak dulu Faber Castell selalu menemani

    ReplyDelete
  38. keren banget dengan mengasah kreatifitas seperti ini. Faber Castell cakep banget ngebuat webinar dan workshop yang super berguna gini sih ya

    ReplyDelete
  39. Anakku kayanya mengalami juga agresi ini karena suka marah2, aku dukung banget segala hal yg mengasah kreatifitas kaya gini

    ReplyDelete
  40. Iya setuju, zaman now kalau anak bener-bener gak boleh pegang gawai ya ntar ketinggalan berbagai perkembangan. Solusinya ya gak boleh berlebihan, trus diimbangi dengan aktivitas-aktivitas yg mengasah kreativitas kayak bikin Glow in the dark clock dari Faber-Castell itu yaa :)

    ReplyDelete
  41. Tadinya aku mau berkomentar sejak paragraf awal. Mau nulis dampak pandemi buat anak yang kurasain. Tapi nahan. Pas selesai baca dampak dampaknya. Eh, hampir semua sama kaya yang aku rasain.

    ReplyDelete
  42. Duh, sayang banget ga ikut webinar sebagus ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, bagus webinarnya, kebetulan istri dan anak ikut trus saya nebeng liat juga sambil bantu mereka bikin jam menggunakan cat dari faber castell.

      Delete
  43. Iya bener banget pandemi krn anak lbh sering pakai gadget, apalagi soal sekolahnya, jadinya emang ada efek perubahan gitu.
    Anakku juga aku les'in gambar akhirnya mbak supaya gak cuma kenal sama gadget tapi bisa lebih bereksploari pd kemampuan art-nya.

    ReplyDelete
  44. Penggunaan gadget oleh anak memang harus kita batasi. Aktivitas anak harus digabung dengan kegiatan lain, seperti membuat craft. Apalagi ada Faber Castell creative art. Aku sendiri belum pernah beli, tapi sudah punya rencana tinggal eksekusi saja.

    ReplyDelete
  45. Setuju, parenting itu seni. Tidak ada yang baku tentang parenting. Oleh karena itu wajar jika kita mengembangkan kreativitas dan juga mengajak anak berkreasi selama pengasuhan.

    ReplyDelete
  46. Seneng deh menyadari perusahaan sebesar Faber Castell juga concern terhadap masalah terbesar tumbuh kembang anak dan kreativitas yaitu gadget. Adanya kegiatan tersebut mengingatkan para orang tua untuk tak lelah mendampingi anak dalam berkarya.

    ReplyDelete
  47. Keren
    Saya juga senang ikuti kegiatan ini
    Bikin anak anak senang selalu
    Bahkan rencana beli CAS II seri lainnya

    ReplyDelete
  48. keren ya produk dari faber castell ini. anak-anak pasti suka kalau dikasih produk begini karena bisa sekalian mengasah kreativitas mereka

    ReplyDelete
  49. Keren acaranya.. mengasah kreativitas anak, semoga acaranya tetap ada terus ya..

    ReplyDelete
  50. wah bajagianya bisa ikutan acara creative art dari Faber Castle ini
    anak anak bisa terasah soft skill nya ya mbak

    ReplyDelete
  51. Orangtua juga harus banyak belajar untuk lebih kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk mengatasi kebosanan anak ya. Dan faber castell bisa baca situasi itu. Jadi, Anak-anak gak melulu main gadget

    ReplyDelete
  52. Luar biasa faber castel nih ga berenti berinovasi ya. Ada aja produk yang diluncurkan dan sesuai dengan Masyarakat

    ReplyDelete
  53. 3 anak aku yang harusnya bisa lari-larian sama temen-temennya di sekolah, sekarang jadi di rumah aja. Kadang suka merasa bersalah ngga bisa selalu dampingi main. Mereka itu tipikal yang ngga bisa diem, jadi harus disalurkan energinya supaya kerjaannya ngga sekadar memberantakin rumah aja. Hiks
    Urusan screen time ini, ngga bisa dihindarkan kecuali orang tuanya atau ada yang dampingi anak main disampingnya.
    Creative Art Series Faber Castell ini ngebantu anak biar ngurangin screen time, macemnya juga banyak, tinggal disesuaikan sama kesukaannya anak. Tapi kalo bebikinan gini pasti suka.
    Udah bisa dibeli di marketplace ya mba?

    ReplyDelete
  54. Nah, ide bonding time seru bareng anak nih kak. Bikin creative art series bisa bantu menjalin kedekatan antara orangtua dan anak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal