Friday 2 February 2024

Microsefali Sekunder dan Craniosynostosis

 

crayinossynostosis

    

 

Sejak aku sering posting tentang anakku, aku jadi punya teman-teman baru dari kota lain  yang juga mengalami hal yang sama dan aku jadi tau juga ternyata banyak penyebab microsefali dan penanganan juga berbeda.

Seperti teman baruku ini memiliki  anak yang diagnosisinya mikrosefali sekunder dan crayinossynostosis (ubun-ubun di kepalanya menutup lebih cepat) dan bertanya padaku adakah yang sama kasus microsefalinya sama dengan anaknya?

Anaknya sudah dibawa konsul ke dokter spesialis anak, tumbuh kembang, bedah syaraf, pendengatan aman, ct scan  kepala juga sudah.

Jenis Craniosynostosis

Beberapa kasus  crayinossynostosi ternyata tidak memerlukan tindakan operasi karena masih dikategorikan keparahan ringan hanya disarankan menggunakan helm khusus, hanya kasus craniosynostosis yang serius/ berat perlu dilakukan tindakan operasi tergantung tingkat keparahanan dan kelainan genetik yang mendasarinya tujuan operasi memperbaiki bentuk tengkorak agar otak bisa berkembang.

Operasi Craniosynostosis punya indikasi tersendiri seperti peningkatan TIK (adalah nilai tekanan intracranial yang dapat  menunjukan kondisi jaringan otak, cairan otak atau cairan serebrospinal dan pembuluh darah dalam otak)

Jika mikrosefali, biasanya memang perkembangan otaknya  abnormal makanya ubun-ubunya menutup dini

Ada 2 jenis operasi untuk menangani Craniosynostosis yaitu dengan bedah endoskopi biasanya untuk anak di bawah 6 bulan,  dan operasi bedah terbuka di atas 6 bulan dan memerlukan waktu recovery yang lebih lama 3-4 hari rawat inap dan transfusi darah.

Beberapa pengalaman ibu dengan diagnosis Craniosynostosis

Berdasarkan pengalaman mbak Tiara  dengan vonis anaknya cv. Gdd, mikrosefali, penyakit bawaan hipoglekimia (kekurangan gula darah) dokter juga menyatakan anaknya akan seperti daging hidup.

Mbak Tiara anaknya umur 1 bulan ubun-ubunya sudah menutup, namun tidak disarankan operasi perkembangan anaknya bagus. Usia 4 Bulan sudah bisa tengkurep (dokternya  sampe kaget pas control), satu arah usia 1 tahun baru bisa 2 arah.  Baru sekarang- sekarang perkembangannya pesat dari duduk, sudah mulai mengoceh, sudah bisa makan sambil duduk, biasanya makan sambil tidur

Mbak Arum mempunyai pengalaman yang berbeda dari usia kandungan 2 bulan usg kepala ubun-ubun anaknya terbuka kecil sekali. Terus umur 3 bulan sudah menutup semua, namun tidak dilakukan operasi  hanya dilakukan tes darahnya saja ( tokso dan CMV) hasilnya menunjukan kadar infeksinya sedikit sehingga dokter anaknya tidak menyarankan CT scan kepala, usia 10 bulan masih rutin melakukan control dan terapi untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Anaknya  mbak Arum juga memiliki permasalahan  di stunting terkait berat badannya,  19 bulan beratnya 6,5 kg dan dilakukan pemasangan selang ngt selama 3 bulan anaknya naik bb menjadi 11kg, di usianya 26 bulan selangnya dicabut, belum bisa tengkurap namun perkembangan kognitifnya  naik seperti suadah mulai babbling dan cerewet, respon emosi juga bagus.

Mbak Nie yang memiliki anak usia 14 bulan dengan lingkar kepala 37 ubun-ubunya sudah menutup dari umurnya 3 bulanan namun tidak disarankan untuk operasi.

Mbak Yuni memiliki cerita yang berbeda anaknya sekarang berusia 5 tahun. 3 bulan pasca melakukan operasi APCD di usia 1 bulan, dan disarankan oleh dokter untuk dilakukan operasi kembali namun resikonya tinggi dan tidak menjamin perkembangan anaknya akan pesat karena sudah terjadi kerusakan sebelumnya akibat operasi APCD (pendarahan otak akibat kekurangan vitamin K (tidak disuntik vitamin k ketika lahir (entah sengaja atau karena panic)karena anaknya mengalami aspeksia (menangis selama 6 jam)ketika lahir)

  

craniosynostosis
foto dari ig bedahsarafank-bandung helm khusus untuk anak dengan craniosynostosis

Kerisauan ibu-ibu yang anaknya disarankan melakukan operasi pembedahan, apakah semakin membaik atau sebaliknya?

Mbak Deuish dengan anak crayinostosiss ubun-ubunnya sudah menutup di usia 4 bulan dan tulang tengkoraknya tumpang tindih, dokter menyarankan untuk melakukan operasi namun dia masih risau apakah anaknya akan semakin membaik atau semakin memburuk nanti keadaanya setelah operasi?

Mas Abigail yang anaknya dioperasi ketika usia 1 tahun, perkembangan anaknya lumayan bagus. Sebelum operasi anaknya suka rewel jika makan muntah sekarang anaknya sudah bisa makan dengan baik, sudah bisa duduk meski masih dibantu.

Mbak Ardhita  yang ternyata anaknya bukan craniosinostosis biasa, tapi craniosinostosis sindrom tipe crouzon syndrome. Anaknya  telah melakukan  rekontruksi kepala, MRI otaknya nggak ada masalah, otaknya berkembang tapi dia memang butuh ruang agar otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Sebelum operasi anaknya belum bisa duduk tegak masih membungkuk, setelah operasi sudah bisa duduk tegak meski harus didudukan, sekarang sudah ngajak berdiri meski masih dipegangi, terapi berdiri sendiri senderan tembok. Perkembangannya pesat setelah operasi. (Dioperasi saat usia anak 10 bulan,berdasarkan saran dokter bedak anaknya katanya operasi sebaiknya dilakukan sebelum usia 1 tahun). Setelah operasi menggunakan helm khusus yang digunakan selama 6 bulan. Di rumah sakit sekitar 10 hari, 2 hari persiapan operasi, di ICU 3 hari pemulihan kisaran 5 hari. Persiapan untuk operasi,  darah untuk jaga-jaga jika terjadi pendarahan. Operasi menggunakan asuransi lain tapi kata mbak Ardhita BPJS mengcover operasi ini.

 

Craniosynostosis
sumber:https://www.chrichmond.org/

Pertanyaan tambahan untuk mbak Ardhita  apa bedanya craniosinotisi sindrom?

Yang dijawab mbak Ardhita craniotosis ada 2

sindromik dan non sindromik,

sindromik ada Pfeiffer sindrom,

 crouzon syndrome, aperty sydrom

Non sindromik ada yang sagittal unicoronal lengkapnya lihat google. 

Penyembuhannya paling sulit   craniosinotisi syndrom

4 comments:

  1. Fantastic!! You put very helpful information here with us. Thanks a lot!

    ReplyDelete
  2. Your data was very informative and helpful for us. Keep writing like this!

    ReplyDelete
  3. I read few blog posts on this website Keep up the good work. Cheerssss

    ReplyDelete
  4. I really enjoyed reading this articles. Very good message you've done. Thanks

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal

Cerebral Palsy Mikrosefali

 Sebuah pesan dari sesama orangtua yang memiliki anak dengan mikrosefali muncul di whatssaapku.  Setelah mengucap salam dia bertanya. Mbak, ...