Friday, 12 December 2014

My First Morning Sick

My little Vinka sekarang


Ketika hamil anak pertama aku mengalami morning sickness yang luar biasa, bahkan bukan morning sickness lagi..all days sickness, karena setiap makanan dan minuman yang masuk ke mulut hanya bertahan dalam hitungan menit di dalam perut.
Belum lagi berbagai aroma yang ada rokok, masakan, menambah daftar untuk aku mual yang akhirnya  muntah. Begitu seringnya aku muntah membuat badanku semakin lemah hingga   harus diopname.
Setelah selang infus yang kedua habis, aku bersikeras untuk pulang Dalam kondisi seperti ini rasanya lebih nyaman berada dirumah daripada dirawat diklinik.
Walaupun sudah bedrest badanku belum cukup kuat untuk bekerja lagi  kalaupun pergi kerja di kantor aku hanya  kerja sedikit saja kemudian tiduran atau pamit pulang. Bahkan pernah sehari kerja seminggu libur.
Wajar  kalau kemudian  diwaktu gajiian si boss memanggilku dan mengatakan lebih baik aku istirahat saja dirumah, disini juga lagi sedikit kerjaan, nanti kalau ada banyak kerja lagi, abang telepon suruh datang.(Istilah halus untuk mem-phkan diriku) aku sangat sedih tapi yaa mau gimana lagi.    
Diusia lima bulan kandungan, morning sicknessku tak juga menghilang. Berat badanku yang sebelum hamil 41 kg kini menjadi 37 kg. Dokter menyarankan untuk  opname saja. Tapi aku menolak .
Untuk saat ini tak ada pantangan makanan atau minuman apapun untukku, sudah ada makanan dan minuman yang bertahan di tubuhku saja sudah Alhamdulillah.
 Suamiku begitu telaten menjaga dan merawatku. Dia selalu membuatkan aku susu ibu hamil  yang terkadang dia sendiri yang harus meminumnya, untuk menyakinkanku bahwa susunya tidak membuat aku  mual atau muntah.
Memasuki tujuh bulan, kondisiku sudah membaik. Selera makanku sudah kembali. Tapi  orang tua dan mertua tetap khawatir dengan kesehatanku sehingga berpesan pada suami agar aku jangan banyak dibawa jalan-jalan, takut keguguran mengingat lemahnya badanku diawal kehamilan.
16 Oktober jam 10 malam, aku menemukan bercak darah dari jalan lahir  tapi aku tak merasakan rasa sakit,  seperti yang seing kulihat di film-film. Untuk memastikan keadaanku kami ke tempat bidan terdekat.
Bu bidan bilang masih bukaan satu serta menjelaskan ciri-ciri orang melahirkan padaku.  Akhirnya  kami pulang ke rumah.
17 oktober jam 4 pagi aku merasakan sakit kontraksi yang lebih sering sepertinya kali ini aku benar-benar akan melahirkan. Suamiku yang baru tidur karena menonton bola segera kubangunkan. Setelah shalat shubuh dan membereskan semua kami kembali ke rumah bu bidan.
Ternyata sudah bukaan empat, bidan memprediksikan siang nanti pasti sudah lahir tapi hingga magrib tiba bukaanku bertahan di bukaan delapan. Bayiku tidak mau turun karena aku jarang jalan. ketika usia kandunganku memasuki delapan bulan lebih.
“Sambil menahan sakit yang luar biasa  karena kontraksi akupun memaksakan diri untuk jalan  dan nungging-nungging agar bayiku segera turun. Jam 11 malam kondisiku semakin lemah bayiku belum lahir juga bidan memutuskan agar aku diinfus (dishinto) agar mempercepat bukaan. Alhamdulillah akhirnya lahir juga pada tanggal 18 Oktober 2009 jam 2 dini hari anak  pertama kami Vinka Azzahra dengan berat 3,1 kg.
My Cute Vinka

Dua hari setelah melahirkan, teman bossku menelepon dan menawariku  untuk bekerja di  konsultant miliknya. Tapi terpaksa kutolak karena Vinka lebih butuh aku. Dia yang paling penting dan prioritas utama dibanding apapun sekarang.







14 comments:

  1. btw, ibu hamil apa ada yang tidak mual mual gt mbak? sukses buat GAnya ya.. perjuangan ibu sungguh luar biasa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih :)beda orang beda bawaan, beda kehamilan juga beda bawaan, kalo hamil pertama mual muntah terus, kalo yang kedua jarang muntah.

      Delete
  2. Wah sama mak aku jg morning sicknessnya seharian (anak pertama) dan sampai 5 bulan jg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss berarti kita mak :), kirain aku sendiri

      Delete
  3. Replies
    1. cmn ga bisa makan, klo tdr ga krasa mualnya :D

      Delete
  4. wah mengalami morning sickness yang hebat ya mbak? toss aku juga mengalami di dua kehamilan. Sampai harus bedres dan diinfus di RS

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss mak, tapi alhamdulillah aku hamil kedua nggak separah hamil yang pertama

      Delete
  5. idem mbaa...aku mengalami mual hebat, juga takut air selama 3 bulan lebih. Sukses untuk konstesnya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berarti rata-rata ibu hamil pernah ngalamin yaa aamin, makasih

      Delete
  6. Saya juga orning sick pas mengandung Alfi, sampe kena maag mak, susah makan dan lemes abis, tapi itu nikmatnya hamil ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama donk maagku kebetulan kambuh juga pas hamil, tapi memang itu nikmatnya hamil jadi punya cerita untuk dibagi

      Delete
  7. Waaah untuk dapet yang cantik imut gini gpp ya mak harus melalui itu semua. :))

    ReplyDelete

Terima kasih sudah Berkunjung. Please tinggalkan jejak biar kenal